TryMediaNusantara.com,  Jakarta – Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Dirjen Keuda) Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, sukses mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Fatoni resmi meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Digital Innovation Award 2026. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilannya memimpin transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah yang kini menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efisien melalui sistem terintegrasi.

Keberhasilan Fatoni menyabet penghargaan ini tidak lepas dari berbagai terobosan yang ia luncurkan selama menjabat. Salah satu inovasi yang paling disorot adalah penguatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang mampu menyatukan data perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan keuangan daerah dalam satu platform digital. Langkah ini dinilai sebagai lompatan besar dalam memangkas birokrasi yang sebelumnya dianggap rumit dan berbelit.

Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Agus Fatoni menyampaikan bahwa inovasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi pemerintah daerah untuk tetap relevan. Ia menegaskan bahwa teknologi adalah instrumen utama untuk menutup celah kebocoran anggaran dan mempercepat pelayanan publik. Penghargaan ini pun ia dedikasikan bagi seluruh jajaran di Kemendagri dan pemerintah daerah yang terus berkomitmen melakukan pembenahan.

“Transformasi digital bukan hanya soal aplikasi, melainkan perubahan budaya kerja menuju tata kelola yang lebih bersih dan cepat. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Fatoni dalam acara penganugerahan di Jakarta. Dewan juri menilai Fatoni konsisten dalam mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di seluruh pelosok Indonesia.

Ajang Digital Innovation Award 2026 sendiri diikuti oleh berbagai tokoh dari sektor publik dan swasta yang dinilai memberikan dampak signifikan melalui pemanfaatan teknologi. Kemenangan Agus Fatoni dipandang sebagai sinyal positif bahwa birokrasi Indonesia kini semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Capaian ini diharapkan menjadi pemantik bagi kepala daerah lainnya untuk segera melakukan digitalisasi total di wilayah masing-masing.