TryMediaNusantara.com, Jakarta – Harga emas global mencatatkan performa positif dengan berhasil melakukan rebound pada sesi perdagangan Jumat (29/5/2026). Penguatan ini terjadi setelah logam mulia tersebut sempat berada dalam tren melemah akibat penguatan dolar AS di awal pekan. Kini, harga emas kembali merangkak naik seiring dengan langkah investor yang mulai menyesuaikan posisi portofolio mereka menjelang rilis data ekonomi krusial dari Amerika Serikat.

Pasar saat ini tengah memfokuskan perhatian pada data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, yang menjadi acuan utama bank sentral The Fed dalam mengukur tingkat inflasi. Jika data tersebut menunjukkan pelambatan, emas berpeluang melanjutkan penguatannya karena tekanan terhadap kenaikan suku bunga akan berkurang. Sebaliknya, investor tetap waspada terhadap potensi volatilitas jika data menunjukkan ekonomi AS masih terlalu tangguh.

Selain faktor data ekonomi, kenaikan harga emas juga didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait ancaman keamanan di Selat Hormuz. Jalur perdagangan energi yang vital ini kembali menjadi sorotan dunia, memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi global. Situasi ini mendorong pelaku pasar untuk beralih ke emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah ancaman konflik.

“Rebound harga emas hari ini mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap kombinasi ketidakpastian data inflasi AS dan tensi tinggi di Hormuz. Emas tetap menjadi aset favorit saat risiko makro dan geopolitik muncul secara bersamaan,” ujar seorang analis pasar komoditas. Meski demikian, pergerakan emas diprediksi akan tetap fluktuatif dalam jangka pendek tergantung pada hasil akhir data makroekonomi.

Hingga sore ini, pergerakan emas dunia masih berada di teritori positif dengan volume perdagangan yang stabil. Para investor disarankan untuk tetap memantau indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) yang memiliki korelasi terbalik dengan harga emas. Di dalam negeri, harga emas Antam dan platform investasi emas lainnya diperkirakan akan ikut menyesuaikan dengan arah tren harga global ini.