TryMediaNusantara.com, Serang – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa penerapan teknologi informasi merupakan kunci utama dalam mengakselerasi kualitas pelayanan publik di Provinsi Banten. Hal ini disampaikan Wagub saat menghadiri peringatan Dies Natalis ke-6 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Menurutnya, birokrasi tidak boleh lagi bekerja dengan pola lama yang lambat dan berbelit di tengah derasnya arus digitalisasi.

Wagub Dimyati menilai kehadiran fakultas berbasis sains dan teknologi harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan inovasi yang memudahkan urusan warga. Ia berharap akademisi tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga menjadi pusat pengembangan sains yang unggul dan solutif. Dengan dukungan teknologi, pemerintah daerah yakin transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik dapat terjaga dengan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Dimyati menekankan bahwa setiap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten harus mulai terbiasa dengan sistem kerja digital. Ia mengingatkan bahwa rakyat adalah prioritas utama yang harus dilayani dengan cepat dan efisien. “Teknologi bukan hanya soal kecanggihan alat, tapi bagaimana alat itu bisa memangkas birokrasi yang panjang. Kita harus memastikan bahwa layanan publik ke depan jauh lebih responsif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat,” ungkapnya secara tegas.

Pihak universitas pun menyambut baik arahan tersebut dengan berkomitmen memperkuat riset-riset yang relevan dengan kebutuhan daerah. Melalui perayaan usia keenam ini, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Banten berupaya semakin dikenal masyarakat sebagai institusi yang melahirkan inovator muda. Sinergi antara pemerintah dan kampus dianggap sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem digital yang sehat di tanah jawara.

Sebagai penutup, Wagub Banten mengajak seluruh lapisan masyarakat dan mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam pengawasan pembangunan berbasis teknologi. Transformasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni, melainkan menjadi gaya hidup baru dalam tata kelola pemerintahan yang bersih. Dengan integrasi teknologi yang kuat, Banten optimis mampu bersaing dengan provinsi lain dalam hal kemudahan akses layanan bagi seluruh warga negaranya.