TryMediaNusantara.com, Jambi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis atas capaian ekonomi Jambi tahun 2025 yang tumbuh positif. Meski angka makro menunjukkan tren membaik, legislatif mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi agar tidak terlena dan tetap fokus pada penguatan sektor pendapatan.
Dalam rapat paripurna terbaru, DPRD menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.
DPRD Jambi menilai masih banyak potensi pendapatan daerah yang belum tergarap maksimal, terutama dari sektor pajak kendaraan bermotor, retribusi daerah, hingga kontribusi nyata dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Legislatif meminta Pemprov melakukan inovasi agar sumber pendapatan tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat.
“Pertumbuhan ekonomi Jambi tahun 2025 memang membanggakan, tapi kita punya catatan tebal soal pendapatan. Masih banyak kebocoran dan potensi yang belum terjemput dengan maksimal,” ujar juru bicara DPRD Jambi dalam keterangannya.
Selain soal pendapatan, DPRD juga mengingatkan Pemprov untuk menjaga stabilitas harga barang pokok. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berarti jika inflasi tidak terkendali, karena hal tersebut akan langsung memukul daya beli masyarakat kecil di Jambi.
Menanggapi catatan tersebut, Pemprov Jambi menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap OPD pemungut pendapatan. Pemprov berkomitmen untuk memperkuat sistem digitalisasi perpajakan guna meminimalisir kebocoran dan mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajibannya.
DPRD berharap, dengan adanya sinkronisasi antara pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan pendapatan yang akuntabel, Provinsi Jambi dapat memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur strategis di tahun mendatang.




Tinggalkan Balasan