TryMediaNusantara.com, Pontianak – Direktorat Jenderal Instrumen Hak Asasi Manusia (Ditjen IDP HAM) Kantor Wilayah Kalimantan Barat terus memperkuat komitmennya dalam menjaga harmoni sosial di era internet. Melalui program penguatan budaya toleransi digital, masyarakat didorong untuk menjadikan ruang siber sebagai sarana pemersatu, bukan pemicu perpecahan. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya dinamika interaksi warga di berbagai platform media sosial yang kian kompleks.
Kakanwil Kemenkumham Kalbar menekankan bahwa literasi digital yang mumpuni harus dibarengi dengan pemahaman mendalam mengenai Hak Asasi Manusia (HAM). Menurutnya, setiap pengguna internet memiliki tanggung jawab moral untuk menghormati perbedaan pendapat dan latar belakang orang lain. Budaya toleransi ini dinilai menjadi kunci utama dalam menangkal penyebaran konten negatif yang berpotensi memecah belah persatuan di Kalimantan Barat.
“Kita tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi oleh narasi-narasi kebencian. Penguatan toleransi digital adalah bagian dari perlindungan HAM, di mana setiap orang berhak merasa aman dan dihormati saat berinteraksi secara daring,” ungkap pihak Kemenkumham Kalbar dalam keterangannya. Upaya ini dilakukan melalui berbagai sosialisasi yang menyasar generasi muda hingga tokoh masyarakat.
Lebih lanjut, Ditjen IDP HAM Kalbar menyoroti bahaya laten dari provokasi digital yang sering kali dikemas secara halus namun berdampak besar pada stabilitas daerah. Masyarakat diminta tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi juga mampu menjadi agen perdamaian dengan cara memproduksi konten yang edukatif dan menyejukkan. Verifikasi informasi sebelum membagikan (sharing) menjadi salah satu protokol utama yang terus dikampanyekan.
Dengan adanya penguatan budaya toleransi digital ini, diharapkan indeks kedamaian di Kalimantan Barat tetap terjaga meski berada di tengah gempuran arus informasi global. Pemerintah berharap sinergi antara regulasi dan kesadaran masyarakat dapat menciptakan ekosistem internet yang produktif. Budaya saling menghormati di dunia maya kini menjadi cerminan tingkat peradaban sebuah bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.




Tinggalkan Balasan