TryMediaNusantara.com, Surakarta – Di tengah dinamisnya perubahan lanskap media, penguasaan strategi komunikasi digital menjadi kunci vital bagi kelangsungan reputasi sebuah instansi maupun merek. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar agenda Seminar Nasional Communication Feast (COMFEAST) 2026 pada Kamis (21/5). Mengusung tema “PR in the Digital Battlefield: Mastering Digital Presence and Creative Branding”, acara ini dirancang untuk memperkuat kompetensi generasi muda menghadapi industri modern.
Antusiasme tinggi langsung terlihat sejak pagi hari di lokasi acara. Tercatat sebanyak 427 peserta memadati ruang seminar, yang terdiri atas mahasiswa Prodi Ilkom UMS, mahasiswa lintas program studi, hingga peserta umum dari luar kampus. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini berhasil menghidupkan suasana diskusi menjadi sangat aktif, interaktif, dan penuh semangat sepanjang acara berlangsung.
Dosen Ilkom UMS, Nieldya Nofandrilla, S.E., M.A., menyampaikan bahwa COMFEAST 2026 merupakan bentuk komitmen prodi dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan realitas industri kehumasan saat ini. Di era digital, kemampuan membangun branding kreatif dan mengelola isu sudah bergeser menjadi kebutuhan utama bagi setiap komunikator. Pihak kampus berharap para mahasiswa tidak hanya matang secara teori, melainkan juga tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, kritis, dan strategis dalam menghadapi dinamika media digital yang kompetitif.
Seminar nasional ini dikupas secara komprehensif melalui dua sesi utama bersama para praktisi berpengalaman. Pada sesi pertama, Communication Specialist Avianto Nugroho Putro membawakan materi bertajuk “Digital Communications Issue Management” yang mengulas tuntas cara memitigasi krisis informasi, mengelola rumor, serta menjaga integritas citra di ruang siber. Sementara pada sesi kedua, Founder Sumur Creative, Rahardhian Galang Wicaksono, menggebrak lewat tema “Digital Guerilla” yang membedah teknik pemasaran gerilya digital untuk menciptakan dampak branding masif dengan pemanfaatan sumber daya yang efisien.
Menariknya, kemanfaatan materi dari seminar ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa internal komunikasi saja. Nabil Saputra, mahasiswa Arsitektur UMS angkatan 2024 yang hadir sebagai peserta umum, mengakui acara ini membuka perspektif baru bahwa setiap orang pada dasarnya adalah PR bagi dirinya sendiri. Bagi mahasiswa arsitektur, keahlian komunikasi verbal dinilai sama pentingnya dengan kemampuan visual guna mendukung proses presentasi karya serta memperkuat personal branding mereka di media sosial.




Tinggalkan Balasan