TryMediaNusantara.com, Jakarta – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI secara aktif merangkul generasi muda di kawasan Asia Tenggara untuk siap menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks. Dalam forum koordinasi antar-parlemen, BKSAP menekankan bahwa pemuda ASEAN bukan sekadar penonton, melainkan pemain kunci yang harus memiliki kapasitas dalam mengelola inovasi sekaligus memitigasi risiko di ruang siber.

Langkah ini diambil mengingat pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN yang belum sepenuhnya dibarengi dengan literasi digital yang merata. BKSAP memandang perlu adanya ruang dialog bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait kebijakan teknologi yang berdampak langsung pada kehidupan generasi masa depan di negara-negara anggota ASEAN.

“BKSAP libatkan pemuda ASEAN hadapi tantangan digital untuk memastikan suara generasi muda terdengar dalam perumusan kebijakan di tingkat regional. Tantangan seperti keamanan data dan hoaks lintas negara hanya bisa diatasi jika pemudanya bersatu dan terampil,” tulis rilis resmi DPR RI terkait agenda strategis tersebut.

Selain itu, BKSAP mendorong adanya pertukaran ide dan teknologi antar-pemuda di kawasan agar terjadi pemerataan kemampuan teknis. DPR RI melalui fungsi diplomasi parlemennya berkomitmen untuk terus memfasilitasi pertemuan-pertemuan pemuda ASEAN guna memperkuat solidaritas digital dan menciptakan ekosistem internet yang sehat serta produktif bagi kemajuan ekonomi.

Melalui keterlibatan aktif ini, diharapkan muncul rekomendasi-rekomendasi cerdas dari anak muda yang dapat diadopsi oleh parlemen di tingkat ASEAN. “BKSAP libatkan pemuda ASEAN hadapi tantangan digital sebagai bagian dari upaya membangun fondasi kawasan yang lebih tangguh, inovatif, dan siap bersaing di kancah global,” pungkasnya.