TryMediaNusantara.com, Banda Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh terus melakukan terobosan dalam syiar keagamaan. Menyadari derasnya arus informasi di dunia maya, DSI menggelar pelatihan dakwah digital guna mendorong para dai agar lebih kreatif, inovatif, dan adaptif di era media sosial.
Langkah ini diambil agar metode penyampaian dakwah tidak lagi monoton dan konvensional, melainkan mampu memanfaatkan berbagai platform digital populer seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube.
Pemerintah kota menilai, penguasaan ruang digital oleh para pendakwah lokal sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Jika ruang maya tidak diisi oleh konten-konten edukasi agama yang positif, dikhawatirkan generasi muda akan lebih mudah terpapar pengaruh buruk internet.
“Kita ingin para dai kita tidak hanya menguasai mimbar masjid, tetapi juga menguasai ‘mimbar digital’. Konten dakwah harus dikemas secara menarik agar pesan-pesan kebaikan bisa diterima dengan baik oleh generasi milenial dan Gen Z,” tulis keterangan resmi instansi terkait yang dikutip dari laman Kesbangpol, Selasa (26/5/2026).
Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya diajarkan teori retorika, melainkan juga keterampilan teknis. Mulai dari strategi pembuatan konten, teknik penyuntingan video (editing), pemanfaatan algoritma media sosial, hingga pemahaman etika komunikasi digital agar terhindar dari pelanggaran UU ITE.
Melalui program ini, DSI Banda Aceh berharap lahirnya wajah baru dakwah yang lebih segar dan ramah di internet. Penguatan kapasitas digital para dai ini diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan syiar Islam dari Serambi Mekah ke seluruh penjuru dunia.




Tinggalkan Balasan