TryMediaNusantara.com, Jakarta – Proyek modernisasi fasilitas pendidikan di tanah air terus digenjot. Pemerintah kini tengah mengebut pembangunan infrastruktur digital di 93 Sekolah Rakyat dengan target kesiapan penuh pada Juli 2026 mendatang.
Tenggat waktu ini dikejar agar seluruh fasilitas teknologi yang dibangun dapat langsung digunakan bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Langkah taktis ini diambil guna memastikan tidak ada lagi kesenjangan akses informasi dan teknologi antara sekolah di kota-kota besar dengan Sekolah Rakyat. Pemasangan jaringan internet cepat, penyediaan perangkat komputer, hingga ruang kelas pintar (smart classroom) kini menjadi fokus utama pengerjaan di lapangan.
“Kami terus memantau perkembangannya secara berkala. Targetnya, pada Juli 2026, sebanyak 93 Sekolah Rakyat sudah siap 100 persen secara infrastruktur digital,” tulis keterangan resmi proyek pembenahan tersebut dikutip dari Antara, Selasa (26/5/2026).
Pemerintah optimistis migrasi ke ekosistem digital ini akan mendongkrak mutu pembelajaran secara signifikan. Para guru di 93 sekolah tersebut nantinya akan dibekali pelatihan khusus agar mampu memaksimalkan infrastruktur baru ini untuk metode pengajaran berbasis digital (e-learning).
Meski dikejar waktu, aspek kualitas perangkat dan keamanan jaringan tetap menjadi prioritas. Pemerintah menggandeng penyedia jasa jaringan lokal dan kementerian terkait untuk memastikan koneksi internet yang masuk ke lingkungan sekolah aman dari konten-konten negatif.
Dengan sisa waktu yang ada, koordinasi lintas sektor terus diintensifkan. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) bagi percepatan digitalisasi sekolah-sekolah rakyat lainnya di seluruh pelosok negeri.




Tinggalkan Balasan