TryMediaNusantara.com, Montreal – Regulasi digital baru yang digodok pemerintah Kanada di Ottawa menuai kritik pedas dari pelaku industri. Kebijakan tersebut dinilai terlalu mengekang, meningkatkan beban biaya, hingga berisiko memicu eksodus massal perusahaan teknologi ke Amerika Serikat (AS).

Kritik keras ini dilontarkan oleh Yanik Guillemette, seorang pengusaha teknologi sekaligus investor strategis terkemuka asal Kanada. Ia memperingatkan bahwa Ottawa tengah mempertaruhkan daya saing global negaranya sendiri demi birokrasi yang kaku.

“Isu utamanya bukanlah adanya aturan, melainkan penumpukan aturan, ketidakstabilan, dan ketidakterhubungan dengan realitas di lapangan,” ujar Guillemette dalam analisis strategisnya.

Sejumlah regulasi yang menjadi sorotan tajam di antaranya adalah pengenalan pajak pendapatan sebesar 15% bagi platform streaming, serta paket undang-undang digital kontroversial seperti UU C-11, C-18, dan UU C-22.

Khusus untuk UU C-22—yang mengatur tentang mekanisme pengawasan siber—Guillemette menilai aturan ini melangkah terlalu jauh hingga mengancam privasi digital dan melemahkan enkripsi data. Dampaknya, raksasa teknologi global seperti Meta, Apple, hingga Signal secara terbuka mulai mempertanyakan keamanan investasi mereka di Kanada.

“Setiap mekanisme akses pengecualian (pada enkripsi) pada akhirnya akan menjadi celah serangan siber. Ini bukan soal ideologi, melainkan arsitektur keamanan dasar,” tegas pendiri berbagai startup teknologi tersebut.

Lebih lanjut, Guillemette memaparkan bahwa tumpang tindihnya aturan ini memaksa perusahaan mengalihkan sumber daya mereka. Alih-alih fokus pada Riset dan Pengembangan (R&D) seperti kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur cloud, korporasi justru habis waktu untuk mengurus kepatuhan hukum (compliance).

Kondisi ekosistem yang tidak ramah ini diprediksi akan membuat modal global melempem di Kanada. Wilayah seperti Quebec yang tengah berambisi menjadi pusat inovasi AI dan pusat data (data center) terancam kehilangan momentum emasnya.

Sebagai langkah bertahan hidup (strategic survival), tak sedikit pengusaha Kanada yang mulai merestrukturisasi bisnis mereka untuk pindah ke yurisdiksi yang lebih stabil, seperti Amerika Serikat atau Uni Eropa.

Guillemette pun mendesak pemerintah Kanada untuk segera mengevaluasi pendekatan regulasi digital mereka jika tidak ingin melihat ekonomi teknologi dalam negeri mengalami kemunduran total.

“Jika Kanada dicap memiliki kebijakan pengawasan yang restriktif, modal global akan dengan mudah melewati kita,” pungkasnya.