TryMediaNusantara.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya meningkatkan ketahanan keluarga melalui sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paaredi). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan kesehatan mental yang dihadapi anak-anak dan remaja akibat paparan teknologi yang tidak terkontrol. Melalui program ini, para orang tua diajak untuk memahami bahwa pengawasan digital bukan sekadar membatasi waktu layar, melainkan juga membangun komunikasi yang berkualitas dengan anak.
Dalam sosialisasi tersebut, ditekankan bahwa keluarga memiliki peran krusial sebagai filter pertama terhadap informasi yang diterima anak dari dunia maya. Era digital membawa risiko besar seperti perundungan siber, kecanduan gawai, hingga paparan konten kekerasan yang dapat mengganggu stabilitas emosional anak. Paaredi hadir untuk memberikan panduan bagi orang tua agar mampu menjadi pendamping sekaligus teman diskusi yang nyaman bagi anak-anak mereka di tengah gempuran tren media sosial.
Pemkot Mojokerto juga menggarisbawahi pentingnya literasi digital bagi orang tua agar tidak terjadi kesenjangan pemahaman dengan anak. Dengan memahami platform yang digunakan anak, orang tua dapat lebih mudah mendeteksi tanda-tanda gangguan mental atau perubahan perilaku sejak dini. Pola asuh yang diterapkan kini harus lebih fleksibel dan berbasis pada kasih sayang, tanpa meninggalkan ketegasan dalam menegakkan aturan penggunaan perangkat digital di rumah.
Selain faktor teknologi, penguatan nilai moral dan karakter juga menjadi fokus utama dalam program Paaredi ini. Pendidikan karakter di lingkungan keluarga dianggap sebagai fondasi agar anak memiliki integritas dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang tidak sesuai. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang suportif bagi tumbuh kembang anak, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi secara positif dan kreatif.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Mojokerto berharap angka permasalahan sosial dan gangguan mental pada remaja dapat ditekan secara signifikan. Sosialisasi Paaredi direncanakan akan terus dilakukan secara masif di berbagai tingkatan wilayah agar pesan penting ini tersampaikan ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan keluarga yang kuat dan melek digital, masa depan generasi muda di Kota Mojokerto diharapkan dapat terjaga dari ancaman destruktif era digitalisasi.




Tinggalkan Balasan