TriMediaNusantara.com, Jambi – Wali Kota Jambi, Maulana, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tingkat Kota Jambi Tahun 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (21/5/2026). Pertemuan yang dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai lintas sektor ini menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan berbasis keluarga sebagai fondasi utama melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam arahannya, Wali Kota Maulana memaparkan bahwa dengan jumlah penduduk Kota Jambi yang mencapai 649.260 jiwa (data BPS 2025), investasi pada sektor pembangunan manusia jangka panjang menjadi hal yang sangat krusial. Program Bangga Kencana dinilai tidak sekadar mengatur keluarga berencana (KB), melainkan memiliki dampak strategis dalam mengintervensi perencanaan kehamilan sehat, pendampingan usia dini, hingga pemenuhan hak perempuan di dunia pendidikan dan kerja.

“Setiap investasi satu rupiah pada Program KB dapat menghasilkan manfaat hingga 98 kali lipat bagi sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” ujar Maulana.

Sebagai langkah nyata pencegahan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Pemerintah Kota Jambi kini mengintegrasikan data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita secara langsung ke dalam sistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Berdasarkan laporan ketua panitia kegiatan, Vera Sofioni, saat ini telah beroperasi 43 unit SPPG dengan target penerima manfaat mencapai 11.129 jiwa. Hingga saat ini, program pemenuhan gizi tersebut telah berhasil menyalurkan bantuan kepada 4.900 jiwa yang mencakup balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Selain penguatan gizi, Rakorda ini juga memperkuat transformasi arah kebijakan melalui lima program *Quick Wins*, antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta program Lansia Berdaya. Seluruh gerakan strategis ini dijalankan selaras dengan visi misi mewujudkan ‘Kota Jambi Bahagia’ dan mendukung program prioritas nasional kependudukan.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Zamhari. Ia menilai peta jalan pembangunan kependudukan di Kota Jambi sudah berjalan sangat baik karena mampu merancang integrasi program lintas sektoral yang terkoneksi langsung dengan program nasional serta Asta Cita Presiden.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan pemanfaatan hak akses data Sistem Informasi Keluarga demi mewujudkan konektivitas “Kota Jambi Satu Data”. Pemerintah Kota Jambi juga menjalin kerja sama strategis dengan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia guna memastikan keberlanjutan program pembangunan kependudukan di masa depan. (Amel)