TryMediaNusantara.com, Surabaya – Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jawa Timur tengah melakukan transformasi besar dalam penggunaan teknologi. Jika biasanya gadget sering dianggap sebagai “musuh” karena hanya menjadi sarana hiburan, kini fungsinya digeser secara radikal menjadi instrumen deep learning (pembelajaran mendalam).

Langkah inovatif ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di era digital, di mana anak-anak tidak lagi hanya menjadi penonton pasif, melainkan pengguna aktif yang kritis.

Selama ini, banyak orang tua dan pendidik merasa cemas akan dampak negatif gadget. Namun, melalui program lompatan digital ini, guru-guru di Jawa Timur mulai mendesain aktivitas yang memanfaatkan fitur-fitur gawai untuk memantik kreativitas dan daya nalar anak sejak dini.

“Tujuannya bukan sekadar memberikan layar kepada anak, tapi bagaimana layar tersebut menjadi media simulasi, observasi, dan eksplorasi yang mendalam,” tulis laporan Schoolmedia.

Metode deep learning yang diterapkan di satuan PAUD Jawa Timur menekankan pada beberapa poin krusial:

  • Interaktivitas: Gadget digunakan untuk aplikasi edukatif yang menuntut anak memecahkan masalah (problem solving).

  • Literasi Digital: Mengenalkan anak pada penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan bermakna.

  • Kreativitas: Mendorong anak menciptakan karya digital sederhana daripada sekadar mengonsumsi konten video.

Kunci utama dari lompatan digital ini terletak pada peran guru sebagai fasilitator. Guru memastikan bahwa gadget hanya digunakan sebagai alat bantu pendukung, bukan pengganti interaksi sosial. Selain itu, kolaborasi dengan orang tua juga terus diperkuat agar pola penggunaan gadget di sekolah selaras dengan di rumah.

Dengan strategi ini, Jawa Timur optimis dapat mencetak generasi emas yang tidak gagap teknologi, namun tetap memiliki kedalaman berpikir dan karakter yang kuat.