TryMediaNusantara.com, Jambi – PT Hutama Karya (Persero) membawa program “HK Mengajar: Inspiring Leaders” ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Dalam aksi sosial ini, jajaran manajemen senior turun langsung menyapa para pelajar Jambi untuk mengenalkan dunia konstruksi modern serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Program yang digagas sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN ini bertujuan untuk memotivasi sekaligus mempersiapkan generasi muda daerah dalam menghadapi tantangan industri di era digital. Kehadiran tim Hutama Karya disambut antusias oleh ratusan siswa dan tenaga pendidik setempat.
Dalam sesi pemaparannya, para pemimpin dari Hutama Karya menekankan bahwa industri konstruksi saat ini telah berevolusi pesat. Pembangunan infrastruktur skala besar seperti jalan tol, jembatan, dan gedung bertingkat kini sudah mengadopsi berbagai inovasi teknologi digital guna meningkatkan efisiensi dan ketepatan proyek.
“Kami ingin membuka cakrawala berpikir para pelajar di Jambi bahwa dunia teknik itu sangat luas dan menantang. Terlebih dengan adanya teknologi Artificial Intelligence (AI), proses perencanaan hingga pengawasan konstruksi kini bisa dilakukan dengan jauh lebih cerdas,” ujar perwakilan manajemen Hutama Karya.
Selain berbagi teori, para siswa juga diajak berdiskusi interaktif mengenai bagaimana pemanfaatan AI yang bijak di sekolah dapat membantu mereka mengasah kemampuan berpikir kritis untuk modal masuk ke dunia kerja kelak.
Tidak hanya sekadar membagikan ilmu, dalam kesempatan yang sama Hutama Karya juga menyalurkan sejumlah bantuan sarana dan prasarana pendidikan guna menunjang fasilitas belajar-mengajar di sekolah yang dikunjungi.
Langkah ini diharapkan mampu memangkas kesenjangan akses teknologi yang sering kali menjadi kendala bagi pelajar di daerah. Dengan fasilitas yang lebih memadai, motivasi belajar siswa diharapkan dapat terus terdongkrak.
Melalui konsistensi program “HK Mengajar” ini, Hutama Karya menegaskan perannya yang tidak hanya fokus membangun fisik infrastruktur konektivitas nasional, melainkan juga berkomitmen aktif membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia demi menyongsong generasi emas di masa depan.




Tinggalkan Balasan