TryMediaNusantara.com, Bekasi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) selaku Kampus Digital Kreatif menunjukkan kepedulian nyata terhadap geliat ekonomi lokal. Melalui program pengabdian masyarakat, UBSI menggelar pelatihan foto produk makanan guna mendongkrak omzet pelaku UMKM perempuan di wilayah Tambun, Bekasi.
Pelatihan bertajuk Food Photography ini sengaja menyasar kaum perempuan dan ibu rumah tangga yang memiliki usaha kuliner rumahan. Langkah ini diambil karena besarnya potensi bisnis makanan di platform digital, yang sayangnya belum diimbangi dengan kemampuan promosi visual yang menarik.
Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat UBSI menjelaskan bahwa foto produk yang estetik adalah kunci utama dalam menarik minat pembeli di dunia maya. Lewat pelatihan ini, keterbatasan alat bukan lagi menjadi penghalang bagi pelaku usaha mikro.
“Banyak pelaku UMKM yang merasa tidak percaya diri karena hanya punya handphone biasa. Di sini kami mengedukasi mereka bahwa dengan teknik pencahayaan yang tepat, sudut pengambilan gambar (angle) yang pas, serta penataan makanan yang menarik, kamera HP pun bisa menghasilkan foto sekelas fotografer profesional,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya mendengarkan teori. Mereka langsung diajak mempraktikkan cara mengatur properti foto sederhana, memanfaatkan cahaya alami (sinar matahari), hingga proses penyuntingan (editing) kilat lewat aplikasi ponsel pintar.
Pihak UBSI berharap, pembekalan keterampilan digital kreatif ini dapat menjadi modal berharga bagi perempuan di Tambun untuk mandiri secara ekonomi. Dengan tampilan menu yang lebih menggugah selera di media sosial maupun aplikasi ojek online, jangkauan pasar produk mereka diharapkan bisa meluas.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang pelatihan. Banyak dari para ibu yang langsung mengunggah hasil jepretan barunya ke status WhatsApp dan Instagram bisnis mereka untuk melihat respons dari konsumen.
Melalui komitmen berkelanjutan ini, UBSI menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori akademik di dalam kelas, melainkan juga aktif turun ke lapangan demi memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.




Tinggalkan Balasan