TryMediaNusantara.com, Ambon – Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku terus tancap gas dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Bumi Raja-Raja. Kali ini, sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih difasilitasi untuk memaksimalkan strategi pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pergeseran perilaku konsumen yang kini serba daring. Dengan pendampingan intensif, diharapkan produk-produk unggulan Maluku tidak hanya jago kandang, tapi juga mampu bersaing di level nasional hingga mancanegara.
Bongkar Rahasia Jualan Online Dalam program fasilitasi ini, para pelaku UMKM dibekali berbagai keahlian praktis. Mulai dari teknik fotografi produk yang estetik, cara menulis deskripsi barang yang memikat (copywriting), hingga manajemen toko di berbagai platform marketplace dan media sosial.
“Kami ingin UMKM Maluku tidak hanya bisa memproduksi, tapi juga piawai memasarkan. Digitalisasi adalah kunci agar produk kita dikenal luas tanpa terhalang jarak geografis,” ujar pihak BI Maluku dalam keterangannya.
Naik Kelas dengan Digitalisasi Tak hanya soal promosi, BI Maluku juga mendorong penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS. Hal ini bertujuan untuk mempermudah transaksi dan membuat pencatatan keuangan UMKM menjadi lebih rapi dan akuntabel.
Fasilitasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Indonesia dalam program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Dengan masuk ke ekosistem digital, UMKM diharapkan bisa lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi dan lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan di masa depan.
Target Pasar Lebih Luas Ke-30 pelaku UMKM yang ikut serta ini mencakup berbagai sektor, mulai dari kuliner khas Maluku, kerajinan tangan, hingga industri kreatif lainnya. Melalui penguatan digital marketing, targetnya adalah peningkatan omzet dan perluasan jejaring bisnis yang lebih masif.




Tinggalkan Balasan