TryMediaNusantara.com, Sleman – Penyuluhan dan Konsultasi Hukum gratis garapan Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sleman yang bekerja sama dengan Gereja Katolik Santo Petrus & Paulus Klepu sukses digelar pada Minggu, 15 Maret 2026. Acara yang berlangsung di Aula Gereja Klepu ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Ketua Lingkungan hingga perwakilan RT/RW, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap literasi hukum. Dalam kesempatan tersebut, Andreas Chandra sebagai salah satu narasumber menekankan krusialnya perlindungan data sensitif seperti nomor identitas dan informasi keuangan agar tidak disalahgunakan di ruang siber. Beliau menegaskan, “Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, terutama melalui media digital dan media sosial,” guna mencegah potensi kerugian di masa depan.
Selain fokus pada keamanan digital, tim narasumber yang juga melibatkan kader Pemuda Katolik Sleman lainnya, yakni Mikhael dan Hilarius, turut membedah isu Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Penjelasan materi mencakup cakupan luas kekerasan yang tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga menyentuh aspek psikis, ekonomi, hingga seksual. Melalui edukasi ini, warga diberikan pemahaman mendalam mengenai prosedur hukum yang sah jika mereka mengalami atau menjadi saksi tindakan kekerasan tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap warga memiliki keberanian dan pengetahuan dalam mencari keadilan serta perlindungan hukum yang tersedia.
Selama sesi diskusi, suasana tampak sangat interaktif karena para peserta aktif berbagi pengalaman pribadi serta fenomena sosial yang sering mereka temui di lingkungan sekitar. Keingintahuan masyarakat tidak hanya terbatas pada teori hukum, tetapi juga merambah pada solusi praktis terkait mekanisme pelaporan yang efektif. Para pemateri merespons dengan memberikan panduan nyata mengenai langkah-langkah yang harus diambil ketika menghadapi masalah hukum, sehingga masyarakat mendapatkan perspektif yang lebih komprehensif dan tidak merasa terasing dari akses bantuan hukum yang resmi.
Setelah sesi pemaparan berakhir, panitia membuka stand konsultasi hukum secara langsung untuk mengakomodasi warga yang memerlukan pendampingan khusus. Fasilitas ini menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini merasa ragu atau bingung mencari tempat untuk mengadukan persoalan hukum mereka. Dengan menghadirkan pelayanan yang lebih dekat ke akar rumput, Pemuda Katolik berupaya menghapus hambatan akses informasi hukum yang seringkali dianggap kaku dan sulit dijangkau oleh warga di tingkat komunitas.
Menatap masa depan, Pemuda Katolik Komcab Sleman berkomitmen untuk menjadikan kegiatan edukatif seperti ini sebagai program rutin dengan cakupan tema yang lebih luas, seperti kesehatan mental dan literasi keuangan. Kerja sama lintas sektor dengan pihak gereja, tokoh masyarakat, serta lembaga terkait diharapkan terus diperkuat untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Melalui semangat pengabdian dan solidaritas sosial, organisasi ini bertekad untuk terus berkontribusi secara aktif dalam mencerdaskan masyarakat serta mendukung pembangunan sosial yang lebih harmonis di wilayah Sleman.
- Andreas Chandra
- Bantuan Hukum
- edukasi hukum
- Gereja Klepu
- Gereja Santo Petrus & Paulus
- Hak Perempuan dan Anak
- Informasi Pribadi
- Keamanan Data
- Keamanan Siber
- kesadaran hukum
- Konsultasi Hukum
- literasi digital
- literasi keuangan
- Masyarakat Sleman
- Pemuda Katolik Sleman
- Pencegahan KDRT
- Pengabdian Masyarakat.
- Penyuluhan Hukum Gratis
- Perlindungan Data Pribadi
- Solidaritas Sosial




Tinggalkan Balasan