TryMediaNusantara.com, Batam – Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus diperkuat demi mendukung target keberlanjutan lingkungan. Kali ini, Telkom Indonesia dan PGN (Perusahaan Gas Negara) tancap gas mendorong pengembangan ekosistem Green Digital Infrastructure yang terintegrasi di Indonesia melalui kolaborasi dengan mitra global.

Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan infrastruktur digital yang efisien namun tetap memperhatikan dampak lingkungan. Kolaborasi ini mencakup pengembangan pusat data (data center) serta jaringan konektivitas yang didukung oleh energi bersih.

“Kita tidak hanya bicara soal teknologi, tapi bagaimana teknologi itu dibangun secara bertanggung jawab. Sinergi dengan PGN dan mitra global ini adalah kunci untuk mewujudkan ekosistem digital yang hijau,” ungkap perwakilan manajemen dalam kegiatan di Kepulauan Riau.

Infrastruktur Terintegrasi Jadi Kunci Integrasi antara infrastruktur telekomunikasi milik Telkom dan infrastruktur energi dari PGN diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional yang tinggi. Salah satunya adalah pemanfaatan jalur pipa gas untuk jaringan serat optik hingga penggunaan energi gas yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung kebutuhan listrik fasilitas digital.

Dengan model terintegrasi ini, biaya pembangunan dapat ditekan, sementara jangkauan layanan digital bisa diperluas hingga ke pelosok daerah dengan standar emisi yang lebih rendah.

Gaet Mitra Global Untuk memastikan proyek ini berstandar internasional, Telkom dan PGN menggandeng sejumlah mitra global berpengalaman. Kerja sama ini diharapkan membawa transfer teknologi terkini terkait green energy dan cloud computing ke tanah air.

Kepulauan Riau dipilih menjadi salah satu titik strategis pengembangan karena lokasinya yang berdekatan dengan pusat ekonomi Asia Tenggara, sehingga sangat potensial untuk menarik investasi di sektor pusat data hijau.

Komitmen Net Zero Emission Upaya ini juga merupakan bagian dari kontribusi nyata BUMN dalam mendukung target Pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Melalui infrastruktur digital hijau, industri teknologi diharapkan tidak lagi menjadi penyumbang emisi besar, melainkan menjadi solusi bagi efisiensi energi.

“Ini adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan bahwa saat Indonesia bertransformasi menjadi negara digital, kita tetap menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang,” tutupnya.