TryMediaNusantara.com, Makkah – Kementerian Agama (Kemenag) RI melakukan transformasi besar-besaran pada sektor layanan konsumsi bagi jemaah haji tahun 1445 H/2024 M. Melalui sistem tata kelola digital, Kemenag memastikan setiap makanan yang sampai ke tangan jemaah memiliki standar gizi yang tinggi dan terukur secara kualitas maupun kuantitas. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebugaran fisik jemaah, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang menuntut kondisi tubuh prima selama menjalankan ibadah.

Integrasi teknologi digital dalam layanan katering ini memungkinkan pengawasan ketat terhadap setiap penyedia jasa boga. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga jadwal pendistribusian, semuanya terekam dalam sistem yang dapat dipantau langsung oleh tim pusat. “Tahun ini kita pastikan layanan konsumsi tidak hanya soal kenyang, tapi soal pemenuhan nutrisi. Dengan sistem digital, kita bisa memantau apakah menu yang disajikan sesuai dengan kontrak dan standar kesehatan yang ditetapkan,” ujar perwakilan Kemenag di pusat layanan konsumsi Makkah.

Menu yang disajikan bagi jemaah haji kini dirancang khusus dengan memperhatikan keseimbangan karbohidrat, protein, dan serat. Tak hanya itu, cita rasa nusantara tetap menjadi prioritas agar jemaah tetap memiliki selera makan meski berada jauh dari rumah. “Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan asupan bergizi. Semua takaran bumbu dan kandungan gizi di setiap porsi makanan sudah melalui uji klinis dan pengawasan ahli gizi secara terukur,” tambahnya menekankan pentingnya kualitas hidangan bagi jemaah lansia.

Selain urusan gizi, aspek ketepatan waktu distribusi menjadi fokus utama yang diawasi melalui aplikasi digital. Setiap keterlambatan atau ketidaksesuaian jumlah porsi di lapangan akan langsung memicu peringatan dalam sistem Command Center. “Transformasi digital ini meminimalisir kesalahan manusia dalam distribusi. Jika ada kendala di lapangan, petugas bisa langsung mengambil tindakan cepat karena datanya muncul secara real-time di layar monitor kami,” tegasnya saat menjelaskan alur kerja tim konsumsi.

Sebagai penutup, wajah baru layanan konsumsi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi keluarga jemaah di tanah air. Dengan sistem yang serba transparan dan terukur, Kemenag optimis tingkat kepuasan jemaah terhadap layanan haji tahun ini akan meningkat signifikan. “Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memuliakan tamu Allah. Melalui layanan yang bergizi dan terukur, kita berharap jemaah bisa lebih fokus beribadah tanpa perlu khawatir soal asupan energi mereka,” pungkasnya.