TryMediaNusantara.com, 13 Maret 2026,  Arab Saudi – Pemerintah Arab Saudi, melalui laporan kantor berita SPA, kini mengintegrasikan teknologi modern untuk mengoptimalkan pengelolaan ibadah di Masjidil Haram. Transformasi digital ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah internasional, mulai dari tahap perencanaan perjalanan hingga pelaksanaan ritual ibadah di Tanah Suci. Langkah strategis ini mencerminkan komitmen Kerajaan dalam memodernisasi layanan publik demi menyambut jutaan tamu Allah setiap tahunnya.

Platform digital seperti aplikasi Nusuk menjadi pintu gerbang utama yang menyederhanakan proses administrasi bagi calon jemaah umrah. Melalui aplikasi di bawah pengawasan Kementerian Haji dan Umrah ini, pengguna dapat dengan mudah mengurus izin, menjadwalkan kunjungan, serta menyusun detail perjalanan secara mandiri. Kehadiran ekosistem digital ini terbukti memangkas birokrasi dan memudahkan jemaah dalam mempersiapkan ibadah mereka sejak dari negara asal.

Di dalam kawasan Masjidil Haram, pengalaman beribadah diperkaya dengan akses informasi yang inklusif melalui siaran langsung khutbah dan kajian dalam berbagai bahasa. Selain itu, otoritas masjid menyediakan sistem pemesanan kursi dorong elektronik untuk memfasilitasi jemaah lansia dan penyandang disabilitas saat menjalankan tawaf dan sa’i. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga membantu mengatur arus pergerakan manusia agar lebih tertib dan aman.

Lanskap Masjidil Haram kini juga diwarnai dengan kehadiran robot pintar multi-fungsi yang bertugas memberikan panduan edukasi serta menjaga sanitasi lingkungan. Layar informasi digital yang tersebar di berbagai koridor memberikan navigasi waktu nyata mengenai jalur dan pintu masuk kepada jemaah. Penggunaan teknologi robotik ini memastikan layanan informasi tetap tersedia sepanjang waktu tanpa kendala bahasa, sekaligus menjaga kebersihan area masjid secara otomatis.

Terakhir, otoritas memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) dan analisis Big Data untuk memantau kepadatan massa di titik-titik krusial guna mencegah penumpukan jemaah. Sistem pintar ini juga terintegrasi dengan manajemen transportasi kota Makkah, termasuk pengaturan jalur bus dan pejalan kaki di pusat kota. Sinergi antara berbagai lembaga kerajaan dalam memperkuat infrastruktur digital ini diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas layanan dan menjamin keselamatan jemaah haji maupun umrah.