TryMediaNusantara.com, Sleman – Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan peran aktifnya dalam pelestarian warisan sejarah melalui pemanfaatan teknologi mutakhir. Kali ini, mereka melakukan proyek pemodelan 3D di Candi Banyunibo sebagai bagian dari dokumentasi digital cagar budaya. Langkah ini diambil untuk memastikan data arsitektur candi tersimpan secara akurat dan tetap dapat diakses di masa depan meskipun terjadi kerusakan fisik akibat faktor alam.

Proses pemodelan ini menggunakan perangkat pemindaian laser dan teknik fotogrametri untuk menangkap setiap detail relief dan struktur bangunan candi secara presisi. Dokumentasi digital ini tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan restorasi, penelitian arkeologi, hingga pengembangan media edukasi berbasis Virtual Reality (VR). Dengan model 3D, para peneliti dapat menganalisis struktur candi tanpa harus menyentuh fisik bangunan secara langsung.

Candi Banyunibo, yang dikenal sebagai salah satu candi Buddha dengan keunikan reliefnya, menjadi objek yang sangat relevan untuk didokumentasikan secara digital. Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM berharap hasil kerja ini dapat menjadi referensi bagi pengelola cagar budaya dalam memantau kondisi bangunan dari waktu ke waktu. Inovasi ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu memberikan solusi nyata atas tantangan pelestarian budaya di era modern.

Dalam keterangannya, perwakilan tim mahasiswa Sekolah Vokasi UGM menjelaskan urgensi dari kegiatan tersebut. “Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM lakukan pemodelan 3D Candi Banyunibo untuk dokumentasi digital cagar budaya. Kami ingin memastikan bahwa setiap inci dari sejarah bangsa ini terdokumentasikan dengan tingkat akurasi tinggi. Teknologi ini memungkinkan kita memiliki ‘salinan digital’ yang permanen, sehingga jika terjadi sesuatu pada struktur asli, kita tetap memiliki rujukan yang sangat mendetail untuk pemeliharaan,” ungkapnya.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak institusi pendidikan untuk berkolaborasi dalam menjaga warisan budaya Nusantara. Digitalisasi cagar budaya dipandang sebagai langkah visioner di tengah ancaman kerusakan akibat bencana alam atau usia bangunan yang menua. Sinergi antara kompetensi teknis mahasiswa dan semangat pelestarian sejarah akan menjadi kunci bagi keberlanjutan identitas bangsa di tengah arus digitalisasi global.