TryMediaNusantara.com, Cilrgon – Wali Kota Cilegon Helldy Agustian resmi meresmikan Pojok Baca Digital (POCADI) sebagai langkah nyata meningkatkan minat baca masyarakat di era digital. Fasilitas ini hadir untuk memberikan akses informasi yang lebih cepat, modern, dan mudah dijangkau oleh warga Cilegon.
Peresmian yang dilakukan pada Kamis (9/4/2026) ini menandai babak baru dalam pelayanan literasi di Kota Baja. Helldy menyebut bahwa kehadiran POCADI adalah jawaban atas tantangan zaman di mana masyarakat cenderung lebih akrab dengan gawai daripada buku fisik.
“Hari ini kita resmikan POCADI. Tujuannya jelas, kita ingin mendekatkan buku kepada masyarakat melalui teknologi. Jadi, membaca bukan lagi hal yang membosankan, tapi menyenangkan dan praktis,” ujar Helldy usai meninjau fasilitas tersebut, Kamis (9/4/2026).
Helldy menekankan bahwa literasi adalah kunci utama kemajuan sebuah daerah. Dengan adanya POCADI, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan ribuan koleksi buku digital secara gratis tanpa harus datang jauh-jauh ke perpustakaan pusat.
“Pemerintah Kota Cilegon terus berkomitmen menghadirkan inovasi. POCADI ini dilengkapi dengan perangkat digital yang mumpuni dan koleksi buku yang sangat beragam, mulai dari ilmu pengetahuan hingga hiburan,” jelasnya.
Fasilitas ini nantinya akan ditempatkan di lokasi strategis yang sering dikunjungi masyarakat. Helldy juga meminta dinas terkait untuk terus memantau dan memperbarui konten di dalam POCADI agar tetap relevan dengan kebutuhan informasi publik.
“Saya berharap anak-anak muda kita, para pelajar, hingga masyarakat umum bisa memanfaatkan tempat ini dengan maksimal. Melek informasi itu penting untuk membangun masa depan Cilegon yang lebih baik,” tambah Helldy.
Hadirnya POCADI merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Cilegon dengan berbagai pihak dalam mendukung program literasi nasional. Ke depan, Pemkot berencana untuk menambah titik-titik POCADI baru di wilayah kecamatan atau pusat keramaian lainnya.
“Jangan hanya jadi pajangan, ini harus jadi tempat diskusi dan belajar yang hidup. Mari kita budayakan membaca mulai dari digital,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan