TryMediaNusantara.com, Cilegon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus melakukan langkah proaktif dalam mempercepat transformasi digital di sektor administrasi kependudukan. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Pemkot kini tengah gencar mendorong masyarakat untuk segera melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya besar dalam menyederhanakan birokrasi, di mana warga nantinya tidak perlu lagi membawa fisik KTP-el atau menyertakan fotokopi untuk mengakses berbagai layanan publik.

Program aktivasi IKD ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) hingga warga umum di tingkat kecamatan dan kelurahan. Dengan IKD, dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) kini tersimpan aman dalam aplikasi ponsel pintar yang dilengkapi sistem keamanan verifikasi biometrik. Transformasi ini dipandang sebagai solusi jitu untuk menghindari masalah klasik seperti kartu hilang, rusak, atau data yang tidak terbaca, sekaligus mendukung efisiensi anggaran pengadaan blangko.

Pihak Pemkot Cilegon menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga untuk mendaftarkan akunnya secara resmi. “Kami ingin memastikan seluruh warga Cilegon mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan dasar. Dengan IKD, pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan tidak berbelit-belit. Ini adalah wujud nyata dari komitmen kami dalam modernisasi birokrasi,” tegas perwakilan Pemkot Cilegon dalam sosialisasi tersebut.

Selain kemudahan akses, pemerintah juga memberikan jaminan terkait keamanan data pribadi warga yang tersimpan dalam sistem IKD. Masyarakat diminta tidak ragu untuk beralih ke sistem digital karena sistem ini telah terintegrasi dengan pusat data kependudukan nasional yang memiliki standar enkripsi tinggi. “Aktivasi ini sangat penting karena ke depan semua layanan, mulai dari perbankan hingga kesehatan, akan terintegrasi dengan IKD. Jadi, kami imbau warga untuk segera mendatangi titik-titik layanan aktivasi yang telah kami sediakan,” tambahnya lagi.

Menuju akhir tahun 2026, Pemkot Cilegon menargetkan persentase aktivasi IKD dapat mencapai angka maksimal demi terwujudnya ekosistem Smart City yang inklusif. Sosialisasi secara jemput bola akan terus dilakukan ke pusat-pusat keramaian dan instansi pendidikan guna memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam transisi digital ini. Dengan sistem kependudukan yang lebih modern, Kota Cilegon diharapkan mampu memberikan standar pelayanan publik terbaik yang kompetitif di tingkat nasional.