TryMediaNusantara.com, Jakarta – Kawasan Asia Tenggara sedang bersiap mencetak sejarah baru dalam ekosistem ekonomi global. ASEAN menargetkan perundingan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital atau Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dapat disepakati dan ditandatangani pada November 2026 mendatang. Perjanjian ambisius ini dirancang untuk menciptakan standar perdagangan digital yang terintegrasi di seluruh negara anggota, guna mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan di tengah disrupsi teknologi dunia.
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis ASEAN untuk menjadi pemimpin pasar digital di kancah internasional. Dengan adanya DEFA, hambatan perdagangan lintas batas diharapkan dapat diminimalisir melalui sinkronisasi aturan mengenai pembayaran digital, keamanan data, hingga perlindungan konsumen. Integrasi ini diprediksi akan membuka keran investasi yang lebih besar dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, mulai dari perusahaan raksasa teknologi hingga sektor UMKM yang ingin merambah pasar regional.
Pihak Sekretariat ASEAN menekankan bahwa proses negosiasi saat ini terus dikebut agar target waktu yang telah ditetapkan tidak meleset. “DEFA bukan sekadar perjanjian dagang biasa, melainkan fondasi bagi transformasi masa depan ASEAN. Kami optimis dengan kolaborasi antarnegara anggota, kesepakatan final dapat dicapai pada November 2026 sebagai kado bagi integrasi ekonomi kawasan,” tegas perwakilan ASEAN dalam pertemuan strategis tersebut.
Fokus utama dalam perundingan ini mencakup penguatan keamanan siber dan kelancaran arus data yang tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara. Para pemangku kepentingan berharap DEFA dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan secara signifikan. “Tantangan teknis memang ada, namun komitmen politik dari seluruh pemimpin negara ASEAN sangat kuat. Kita ingin memastikan bahwa ekonomi digital ini inklusif dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat di Asia Tenggara,” tambahnya lagi.
Menjelang tenggat waktu 2026, serangkaian pertemuan teknis dan konsultasi dengan sektor swasta akan terus dilakukan guna mematangkan draf perjanjian. Keberhasilan DEFA nantinya akan menjadikan ASEAN sebagai kawasan pertama di dunia yang memiliki kerangka ekonomi digital komprehensif yang bersifat regional. Dengan basis populasi muda yang melek teknologi, Asia Tenggara berada di jalur yang tepat untuk bertransformasi menjadi pusat kekuatan ekonomi digital baru yang kompetitif di level global.




Tinggalkan Balasan