TryMediaNusantara.com – Harga minyak mentah dunia terpantau mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Pergerakan positif ini dipicu oleh sikap pesimis para investor yang meragukan tercapainya kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam waktu dekat. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa tambahan pasokan minyak dari Iran tidak akan masuk ke pasar global dalam waktu cepat, sehingga menjaga harga tetap berada di level yang cukup tinggi.

Ketidakpastian hasil negosiasi di meja diplomasi membuat para pelaku pasar lebih memilih untuk bersikap hati-hati. Padahal, sebelumnya pasar sempat berharap kembalinya Iran ke dalam peta ekspor minyak global dapat meredakan ketegangan pasokan yang sedang melanda dunia. Namun, sinyal-sinyal terbaru menunjukkan adanya kebuntuan yang membuat harapan tersebut memudar, sehingga menekan sisi penawaran dan mendorong harga merayap naik.

Kondisi pasar saat ini sangat bergantung pada sentimen geopolitik yang berkembang di Timur Tengah dan kebijakan luar negeri AS. “Harga minyak naik tipis karena investor mulai meragukan kesepakatan AS-Iran akan tercapai dalam waktu dekat. Tanpa adanya kepastian soal pencabutan sanksi terhadap Iran, ekspektasi akan adanya banjir pasokan baru di pasar global kini menguap,” ungkap analis pasar komoditas dalam tinjauan risetnya hari ini.

Selain faktor Iran, kenaikan harga minyak yang terbatas ini juga dipengaruhi oleh data stok cadangan energi di beberapa negara maju yang masih di bawah rata-rata. Meski kenaikannya tergolong tipis, hal ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap isu-isu politik internasional. Pelaku pasar kini cenderung menahan diri sambil memantau pernyataan-pernyataan resmi dari para pejabat tinggi kedua negara yang terlibat perundingan.

Sebagai penutup, pergerakan harga minyak dunia diprediksi akan tetap volatil sepanjang pekan ini selama belum ada titik temu yang jelas antara Washington dan Teheran. Para investor kini menanti data ekonomi terbaru serta langkah dari negara-negara produsen minyak lainnya untuk menstabilkan pasar. Jika ketidakpastian ini berlanjut, bukan tidak mungkin harga minyak akan kembali menguji level-level tertinggi barunya di tengah ketakutan akan krisis pasokan global yang berkelanjutan.