TryMediaNusantara.com, Ternate – Sherly Tjoanda menunjukkan ambisi besarnya untuk membawa Maluku Utara bertransformasi menjadi provinsi yang lebih unggul melalui sektor digital. Sebagai langkah konkret, ia secara aktif menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menghadirkan program Digital Talent Scholarship (DTS) di wilayah tersebut. Inisiatif ini dirancang guna menjawab tantangan minimnya akses pelatihan teknologi tinggi yang selama ini menjadi hambatan bagi pemuda-pemudi di Maluku Utara.

Program kolaborasi ini menyasar ribuan peserta yang terdiri dari lulusan baru, profesional, hingga pelaku UMKM lokal. Sherly melihat bahwa kekayaan sumber daya alam Maluku Utara harus diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di bidang teknologi informasi. Dengan hadirnya DTS, masyarakat diharapkan mampu menguasai keahlian strategis seperti cloud computing, kecerdasan buatan (AI), hingga keamanan siber, yang menjadi mata uang utama di pasar kerja masa depan.

Dalam upayanya menjalin kerja sama tersebut, Sherly menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk mempercepat pembangunan daerah. “Ambisi saya adalah membuat Maluku Utara lebih unggul dan kompetitif. Melalui program Digital Talent Scholarship yang kita sinergikan dengan Komdigi, kita ingin anak muda Maluku Utara punya sertifikasi internasional dan keahlian digital yang diakui dunia. Kita tidak boleh lagi tertinggal, teknologi harus menjadi jembatan kesejahteraan bagi rakyat Maluku Utara,” tegas Sherly Tjoanda di hadapan para pemangku kepentingan.

Selain fokus pada pelatihan teknis, kerja sama ini juga mencakup penguatan literasi digital bagi masyarakat luas di pelosok Maluku Utara. Sherly menyadari bahwa infrastruktur internet yang mulai merata harus dibarengi dengan pemahaman penggunaan teknologi yang bijak dan produktif. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa program-program dari pusat benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta ekosistem digital yang merata dari kota hingga ke desa.

Sebagai penutup, Sherly optimis bahwa langkah besar ini akan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi kreatif di Maluku Utara. Dengan mencetak ribuan talenta digital setiap tahunnya, ia yakin Maluku Utara tidak hanya akan dikenal sebagai daerah penghasil rempah dan tambang, tetapi juga sebagai gudang talenta teknologi di Timur Indonesia. Sinergi antara pemerintah pusat melalui Komdigi dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Maluku Utara yang modern dan berdaya saing global.