TryMediaNusantara.com, Kotawaringin Barat – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) terus memacu akselerasi digital bagi pelaku usaha lokal. Masuk hari kedua Pelatihan Kewirausahaan UMKM 2026, fokus utama diarahkan pada optimalisasi media sosial dan pembuatan konten digital. Para peserta dibekali kemampuan untuk mengubah cara pandang mereka terhadap platform digital, bukan hanya sebagai media hiburan, melainkan sebagai alat pemasaran yang sangat kuat.
Transformasi ini dinilai mendesak mengingat perilaku konsumen yang kini mayoritas beralih ke ranah daring. Dalam sesi pelatihan ini, narasumber menekankan bahwa visual produk dan narasi (storytelling) menjadi penentu utama dalam menarik minat calon pembeli. Para pelaku UMKM diajarkan teknik fotografi produk sederhana hingga cara menyusun jadwal unggahan yang konsisten agar algoritma media sosial berpihak pada bisnis mereka.
Kepala Disperindagkop UKM Kobar menekankan bahwa penguasaan teknologi adalah syarat mutlak bagi UMKM untuk “naik kelas”. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir pelaku usaha. “Media sosial saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan senjata utama pemasaran. Melalui konten digital yang kreatif, jarak antara produsen dan konsumen menjadi hilang. Kami ingin produk UMKM Kobar tidak hanya dikenal di lokal, tapi mampu menembus pasar nasional bahkan global melalui kreativitas digital,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi praktik langsung pembuatan konten. Mereka diajak membedah tren yang sedang populer dan menyesuaikannya dengan karakter produk masing-masing. Pelatihan ini diharapkan mampu menjawab tantangan rendahnya literasi digital yang selama ini menjadi hambatan bagi UMKM di daerah. Dengan pendampingan yang intensif, Pemkab Kobar optimis bahwa produk-produk unggulan daerah akan memiliki nilai tawar yang lebih tinggi di mata netizen.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari kedua, penyelenggara mengingatkan bahwa konsistensi adalah kunci dalam membangun brand di media sosial. Para pelaku UMKM didorong untuk tidak berhenti berinovasi setelah pelatihan selesai. Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, transformasi digital ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang baru bagi masyarakat Kotawaringin Barat di tahun 2026 dan seterusnya.




Tinggalkan Balasan