Wapres Lepas ‘Pejuang Digital’ untuk Mengabdi di Pelosok NegeriTryMediaNusantara.com, Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming secara resmi melepas para peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat digitalisasi pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Digitalisasi pembelajaran dipandang sebagai instrumen strategis untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan dan meningkatkan kualitas belajar di daerah-daerah terpencil. Wapres menegaskan, “Perkembangan teknologi sangat cepat. Karena itu, kita harus bergerak bersama untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.”
Transformasi digital yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pengadaan perangkat, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Wapres mengingatkan bahwa teknologi harus mampu memberikan dampak nyata bagi produktivitas dan ekonomi masyarakat. Beliau meminta agar para pengabdi mengedukasi masyarakat untuk menggunakan teknologi secara cerdas. Beliau berpesan, “Pemanfaatan teknologi harus meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Gunakan secara bijak dan bertanggung jawab, serta terus kembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator.”
Dalam acara pelepasan tersebut, Wapres berdialog dengan sejumlah peserta, termasuk Theresia Rutisu, lulusan magister dari Swiss yang akan bertugas di Merauke, Papua. Theresia merasa terpanggil untuk kembali ke tanah kelahirannya demi memberikan motivasi kepada anak-anak di daerah 3T agar tetap berani bermimpi besar. Mengenai semangat pengabdian ini, Theresia mengungkapkan, “Saya menekankan kata ‘pengabdian’. Saya ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak di daerah 3T, karena saya juga berasal dari sana. Saya ingin mereka tidak pernah berhenti bermimpi.”
Wapres sangat mengapresiasi para alumni universitas luar negeri yang memilih untuk berkontribusi langsung bagi kemajuan kampung halaman mereka. Bagi Wapres, dedikasi ini adalah bentuk kebanggaan dan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia. Beliau pun mendorong para peserta untuk menciptakan metode belajar yang kreatif dan menyenangkan agar siswa di daerah penugasan lebih antusias. Beliau menegaskan, “Setiap alumni harus bangga menjadi WNI dan mengabdi di kampung halamannya.”
Sebagai bagian dari solusi atas tantangan pendidikan di daerah, Wapres berharap para “Pejuang Digital” dapat mendampingi guru dalam memanfaatkan teknologi terbaru, seperti panel interaktif bantuan Presiden. Inovasi dalam cara mengajar sangat diperlukan agar transformasi digital tidak sekadar menjadi adopsi alat, melainkan perubahan pola pikir. Wapres berharap para pengabdi bisa menghidupkan suasana kelas dengan berkata, “Jika pembelajaran terasa membosankan, kita harus menemukan metode yang lebih menarik. Semua harus bisa dibuat menyenangkan. Apalagi saat ini tersedia interaktif panel dari Bapak Presiden. Saya berharap teman-teman dapat membantu mengenalkan dan mendampingi pemanfaatannya.”
- alumni LPDP
- daerah terpencil
- digitalisasi pendidikan
- Gibran Rakabuming
- indonesia emas 2045
- Inovasi Pendidikan
- kedaulatan digital
- Kementerian PANRB
- kesenjangan pendidikan
- literasi digital
- Merauke
- Pejuang Digital
- pembelajaran interaktif
- pendidikan dasar dan menengah
- pendidikan inklusif
- Pengabdian Masyarakat.
- Prabowo Subianto
- Samosir
- SDM Unggul
- Sumedang
- teknologi pembelajaran
- Transformasi Digital
- wilayah 3T




Tinggalkan Balasan