TriMediaNusantara.com, Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial RI, Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), pada Jumat (5/6/2026). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung proyek strategis nasional, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk memprioritaskan anak-anak dari keluarga yang benar-benar tidak mampu. Program ini mengabaikan seleksi akademik demi memberikan keadilan akses pendidikan.
”Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi keluarga paling tidak mampu agar anak-anak mereka mendapat kesempatan pendidikan berkualitas. Ini adalah hadiah dari Presiden Prabowo bagi mereka yang belum beruntung agar tetap bisa menimba ilmu yang baik,” ujar Gus Ipul.
Hingga awal Juni 2026, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Bagan Pete dilaporkan telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juni mendatang.
Nantinya, fasilitas pendidikan berbasis kesejahteraan sosial ini diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa kurang mampu di Kota Jambi, mencakup jenjang pendidikan:
- Sekolah Dasar (SD)
- Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Sekolah Menengah Atas (SMA)
Sekolah Rakyat menerapkan konsep berasrama (boarding school) dengan pendampingan penuh 24 jam serta fasilitas penunjang yang lengkap. Program nasional ini sendiri sudah berjalan di 166 titik di seluruh Indonesia sejak 14 Juli 2025.
Untuk memastikan ketepatan sasaran, mekanisme rekrutmen peserta didik dilakukan melalui proses verifikasi yang berjenjang:
- Pendataan Awal: Dimulai dari tingkat rukun tetangga (RT).
- Validasi Daerah: Disaring melalui Dinas terkait hingga tingkat Provinsi.
- Sinkronisasi Akhir: Diverifikasi menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan final.
Wali Kota Jambi, Maulana, menyambut positif kunjungan kerja ini dan memastikan proses seleksi di lapangan berjalan ketat sesuai kriteria.
”Alhamdulillah, untuk jenjang SMP dan SMA, penjangkauan hingga verifikasi tempat tinggal sudah selesai. Kami pastikan siswa yang terpilih benar-benar dari keluarga tidak mampu atau Desil 1,” tegas Maulana.
Meski demikian, Maulana mengakui adanya tantangan tersendiri untuk rekrutmen jenjang SD. Pemerintah Kota Jambi masih terus melakukan pendekatan intensif guna meyakinkan orang tua agar bersedia melepas anak-anak mereka menempuh pendidikan di dalam asrama.
Menutup kunjungannya, Mensos Gus Ipul mengapresiasi sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung program nasional ini demi mencetak generasi muda yang lebih disiplin, sehat, dan percaya diri. (Amel)




Tinggalkan Balasan