TryMediaNusantara, Jambi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terus bergerak cepat untuk merealisasikan hak pengelolaan Participating Interest (PI) sebesar 10 persen di sektor minyak dan gas bumi (Migas). Langkah ini diambil demi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kekayaan sumber daya alam Jambi.

Pemerintah daerah kini tengah mematangkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh persyaratan administratif segera terpenuhi. Targetnya jelas: proses ini harus rampung dalam waktu dekat agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Pemprov Jambi memastikan bahwa keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi kunci utama dalam pengelolaan PI 10 persen ini. Tidak hanya sekadar menunggu, tim percepatan bentukan pemerintah daerah juga aktif melakukan jemput bola untuk melengkapi dokumen yang diperlukan oleh SKK Migas.

“Kita sedang fokus pada percepatan kelengkapan dokumen. Ini adalah hak daerah yang harus kita jemput dengan kerja keras agar tidak ada kendala di kemudian hari,” ujar perwakilan Pemprov Jambi dalam keterangannya.

Realisasi PI 10 persen ini diproyeksikan bakal menjadi suntikan dana segar bagi kas daerah. Dana tersebut nantinya akan dialokasikan untuk membiayai berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan di Provinsi Jambi.

Poin Penting Percepatan PI 10% Jambi:

  • Kordinasi Lintas Sektor: Sinergi antara Pemprov, BUMD, dan SKK Migas.

  • Validasi Data: Memastikan luasan wilayah kerja (WK) migas akurat.

  • Target Realisasi: Diupayakan tuntas pada tahun anggaran 2026.

Meski menunjukkan tren positif, proses ini tetap menghadapi tantangan, terutama dalam penyelarasan regulasi antara pusat dan daerah serta pembagian porsi antar wilayah yang masuk dalam wilayah kerja migas. Namun, Pemprov optimistis dengan transparansi dan komunikasi yang baik, semua kendala tersebut bisa teratasi.

Langkah berani ini diharapkan menjadi momentum bagi Jambi untuk lebih mandiri secara fiskal dan tidak hanya menjadi penonton di tengah melimpahnya kekayaan migas di bumi “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”.