TryMediaNusantara.com, Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) resmi memperkuat jalinan kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) alias Pelindo. Kolaborasi strategis ini mengusung tiga pilar utama demi menghadapi tantangan global, yakni Go Digital, Go Green, dan Go Impact.

Sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri pelat merah ini ditandai dengan kesepakatan bersama untuk saling mendukung dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset, serta pengabdian masyarakat.

Dekan FEB UB menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sejalan dengan kebutuhan industri modern saat ini.

“Kerja sama dengan Pelindo ini bukan sekadar seremonial. Kami membawa misi besar, yaitu bagaimana digitalisasi, keberlanjutan lingkungan (Go Green), dan dampak nyata (Go Impact) bisa diwujudkan bersama melalui kolaborasi riset dan pengembangan kompetensi mahasiswa,” ujar Dekan FEB UB di Malang.

Dalam pilar Go Digital, kedua belah pihak berkomitmen untuk mendorong inovasi berbasis teknologi yang dapat efisiensikan operasional industri sekaligus memperkaya materi akademik di kampus. Sementara melalui Go Green, FEB UB dan Pelindo fokus pada kajian serta implementasi bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tidak kalah penting, pilar Go Impact menekankan bahwa seluruh hasil kolaborasi ini harus memberikan kontribusi konkret, baik bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Pelindo sebagai pemain utama di industri logistik pelabuhan membutuhkan masukan akademis dan talenta muda yang adaptif. Di sisi lain, FEB UB mendapatkan laboratorium nyata bagi mahasiswa dan dosen untuk menguji keilmuan mereka,” tambahnya.

Melalui kemitraan ini, ke depan akan dibuka berbagai program strategis mulai dari praktisi mengajar, program magang bersertifikat untuk mahasiswa FEB UB di lingkup Pelindo, hingga riset bersama terkait tantangan logistik maritim.

Langkah ini diharapkan mampu memperkecil celah (gap) antara teori di bangku kuliah dengan realita dinamika yang terjadi di industri pasca-merger Pelindo.