TryMediaNusantara.com, Yogyakarta – Maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks serta menjamurnya akun-akun anonim di media sosial kini menjadi ancaman nyata yang mengotori ruang digital. Menyikapi fenomena ini, warga Muhammadiyah diimbau untuk tidak tinggal diam dan segera memperkuat benteng literasi digital. Langkah proaktif ini dinilai sangat krusial agar masyarakat, khususnya warga persyarikatan, tidak mudah terjebak dan terprovokasi oleh narasi-narasi menyesatkan yang sengaja diembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Seruan tersebut mengemuka sebagai respons atas situasi ruang siber yang kian memprihatinkan, di mana provokasi dan adu domba kerap diproduksi oleh akun-akun tanpa identitas jelas demi kepentingan tertentu. Warga Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi agen pelopor yang membawa kesejukan di dunia maya dengan menerapkan prinsip tabayun (konfirmasi) sebelum membagikan informasi. Edukasi mengenai pentingnya menyaring konten sebelum membagikannya kini menjadi agenda mendesak yang harus digerakkan di semua lini organisasi.
Selain memperkuat literasi secara personal, warga persyarikatan juga didorong untuk lebih aktif memproduksi konten-konten positif dan mencerahkan. Melawan hoaks tidak cukup hanya dengan bersikap pasif atau sekadar menghindari konflik, melainkan harus diimbangi dengan membanjiri ruang digital dengan informasi yang edukatif, santun, dan berbasis data yang valid. Dengan begitu, dominasi narasi negatif dari akun anonim dapat ditekan secara perlahan oleh kehadiran konten yang membawa maslahat.
Langkah penguatan ini juga dipandang sebagai wujud nyata dari dakwah kultural Muhammadiyah di era modern. Media sosial sejatinya harus dijadikan sebagai ladang dakwah yang berkemajuan, bukan justru menjadi tempat berseminya fitnah dan kebencian. Oleh karena itu, sinergi antara majelis, lembaga, serta organisasi otonom (ortom) di internal Muhammadiyah perlu terus ditingkatkan guna merumuskan strategi literasi digital yang masif, sistematis, dan menyasar seluruh lapisan generasi.
Melalui kesadaran digital yang tinggi, Muhammadiyah optimis dapat ikut serta menjaga stabilitas nasional dan menciptakan ruang siber yang sehat, aman, dan produktif bagi seluruh anak bangsa. Masyarakat diajak untuk lebih bijak, kritis, dan skeptis yang sehat terhadap setiap informasi yang beredar di linimasa. Pada akhirnya, kemampuan literasi digital yang mumpuni akan menjadi modal utama dalam menyelamatkan generasi muda dari dampak buruk polarisasi dan hoaks yang merusak persatuan.




Tinggalkan Balasan