TryMediaNusantara.com, Makassar – Derasnya arus informasi di era digital tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga tantangan besar bagi kondisi psikologis generasi muda. Fenomena cyberbullying, kecanduan gawai, hingga tekanan sosial di dunia maya kerap menjadi pemicu gangguan kecemasan. Merespons isu krusial ini, Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) UIN Alauddin Makassar menggelar kuliah umum khusus guna mengupas tuntas strategi menjaga kesehatan mental di era digital.
Kuliah umum ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang antusias mencari solusi atas tekanan psikologis yang kerap mereka alami akibat interaksi di media sosial.
Narasumber dalam kuliah umum tersebut menegaskan bahwa kesehatan mental (mental health) sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mahasiswa diingatkan untuk tidak menutup mata terhadap gejala stres atau kecemasan yang timbul akibat penggunaan teknologi yang tidak terkontrol.”Era digital memaksa kita untuk terus terhubung dengan dunia luar, namun sering kali membuat kita terputus dengan diri sendiri. Menjaga kesehatan mental di era ini bukan berarti kita harus anti-teknologi, melainkan bagaimana kita mampu membangun batasan yang sehat dalam mengonsumsinya,” ujarnya di hadapan para peserta kuliah umum.
Pihak Jurusan BPI UIN Alauddin Makassar berharap kegiatan ini dapat melahirkan kesadaran baru di kalangan mahasiswa. Sebagai calon konselor, mahasiswa BPI dituntut untuk tidak hanya menguasai teori bimbingan konvensional, melainkan juga adaptif terhadap masalah-masalah psikologis baru yang lahir dari rahim dunia digital.
Melalui pendekatan bimbingan dan penyuluhan yang humanis serta berbasis nilai-nilai spiritual, diharapkan lingkungan kampus dapat menjadi ruang aman (safe space) bagi mahasiswa untuk menjaga stabilitas emosional mereka.”Kami ingin mahasiswa kami siap menjadi garda terdepan yang membantu masyarakat menyembuhkan luka psikologis akibat dampak negatif digitalisasi,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan