TryMediaNusantara.com, Jakarta – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kini dituntut tidak hanya fokus pada kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah), melainkan juga piawai dalam mengelola persepsi publik. Menjawab tantangan tersebut, ajang kompetisi sekaligus forum Humas Indonesia Awards (HIBRA) 2026 bersiap menggelar ruang diskusi khusus guna membahas serba-serbi pengelolaan reputasi BUMD di era digital.

Melalui tema yang diusung tahun ini, HIBRA 2026 ingin mendorong pranata humas dan manajemen BUMD di seluruh Indonesia untuk lebih responsif, transparan, dan inovatif dalam memanfaatkan kanal-kanal komunikasi modern.Founder sekaligus CEO Humas Indonesia menekankan, di tengah derasnya arus informasi digital, sebuah krisis reputasi kecil di ranah media sosial dapat berdampak fatal bagi kredibilitas BUMD jika tidak ditangani dengan strategi komunikasi yang tepat.

“BUMD memiliki karakteristik yang unik karena berada di antara kepentingan bisnis dan pelayanan publik. Di era digital ini, membangun dan mempertahankan reputasi positif adalah kunci utama agar BUMD tetap dipercaya oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.Selain menggelar sesi diskusi interaktif yang menghadirkan pakar komunikasi terkemuka, HIBRA 2026 juga menjadi panggung kompetisi bergengsi bagi instansi pemerintah, BUMN, termasuk BUMD. Melalui penghargaan ini, diharapkan lahir standar-standar baru kehumasan yang lebih modern dan berdampak nyata.

Pihak Humas Indonesia optimis, keterlibatan aktif BUMD dalam ajang ini dapat memicu iklim kompetisi yang sehat guna meningkatkan mutu pelayanan informasi ke daerah masing-masing.

“Kami ingin HIBRA 2026 menjadi pemantik bagi BUMD untuk tidak lagi ragu tampil di ruang publik digital, mengabarkan inovasi mereka, dan membuktikan kinerja terbaiknya,” pungkasnya.