TryMediaNusantara.com, Yogyakarta – Balai Besar Pengembangan Pasar dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPMT) Yogyakarta mengambil langkah konkret untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Melalui pemanfaatan teknologi modern, BBPPMT menggelar pelatihan intensif yang mengombinasikan literasi digital dan strategi bisnis ekspor.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali para pelaku usaha lokal agar tidak hanya jago kandang, melainkan mampu membaca peluang dan memasarkan produk unggulan mereka hingga ke pasar internasional.

Kepala BBPPMT Yogyakarta menegaskan bahwa era digitalisasi membuka pintu lebar-lebar bagi produk lokal untuk bersaing di kancah global. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mengoperasikan ekosistem digital tersebut.Pelatihan ini merupakan komitmen kami untuk menjembatani para pelaku usaha agar lebih melek digital. Kami tidak hanya mengajarkan cara jualan online, tetapi bagaimana mereka bisa memahami regulasi, standar kualitas, dan strategi negosiasi bisnis ekspor,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Selain memberikan teori di dalam kelas, para peserta pelatihan juga dipandu langsung oleh para praktisi dan mentor ekspor berpengalaman. Mereka diajak melakukan simulasi perdagangan internasional guna mengikis rasa canggung saat berhadapan dengan pembeli dari luar negeri (buyer).

Pihak BBPPMT Yogyakarta optimis, lewat sinergi antara literasi digital yang matang dan pemahaman bisnis ekspor yang kuat, UMKM binaan mereka dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja mandiri dan menekan angka pengangguran.

“Jika UMKM kita berhasil ekspor, otomatis kapasitas produksinya naik. Saat produksi naik, mereka butuh tenaga kerja baru. Inilah esensi dari perluasan kesempatan kerja yang sesungguhnya,” pungkasnya.