TryMediaNusantara.com, Bandung – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menitipkan pesan penting bagi seluruh sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung di tengah derasnya arus modernisasi. Menag meminta agar kecerdasan akademik mahasiswa wajib berjalan seiring dengan penguatan karakter spiritual untuk membentengi diri di era digital yang kian kompleks.

Hal tersebut ditegaskan Menag saat meresmikan Gedung Riset dan Peradaban Islam di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam arahannya, ia meminta kampus tidak sekadar mencetak lulusan yang pintar secara otak, tetapi juga kokoh secara moral.Jadilah UIN Bandung yang istiqamah,” pesan Menag Nasaruddin Umar di hadapan sivitas akademika UIN Bandung, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini kemudian menjabarkan bahwa kata ‘ISTIQAMAH’ bukan sekadar istilah agama biasa, melainkan sebuah akronim nilai karakter yang wajib dipegang teguh oleh mahasiswa.

Berikut adalah 9 nilai filosofis dari akronim ISTIQAMAH yang ditegaskan Menag untuk menghadapi era digital:Ikhlas: Berbuat kebaikan tanpa mengharapkan pujian orang lain.

Sabar: Tangguh dalam menghadapi setiap ujian dan proses kehidupan.

Tawadhu: Tetap rendah hati dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Ikhsan: Berperilaku baik dalam segala aspek.

Qanaah: Merasa cukup dan senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Amanah: Menjaga kepercayaan dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.

Muruah: Menjaga kehormatan diri dan martabat.

Akhlak: Memiliki budi pekerti luhur di dunia nyata maupun maya

Hilmi: Bersikap santun, tenang, dan mampu menahan amarah.

Lebih lanjut, Menag mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini telah bergeser. Kampus tidak boleh lagi terjebak pada rutinitas mengejar prestasi akademik semata tanpa memedulikan pembentukan karakter mahasiswanya.

Arus informasi digital yang tak terbendung dinilai berpotensi menggerus moral generasi muda jika tidak dibentengi dengan nilai-nilai agama yang kuat sejak di bangku kuliah.”Tidak cukup hanya mencetak orang yang benar dan baik. Perguruan tinggi juga harus mencetak generasi yang mampu memahami perkembangan zaman, memiliki kemampuan bahasa, keterampilan seni, olahraga, serta karakter yang kuat,” tegas Menag.  Tapi

Menag berharap, dengan diresmikannya Gedung Riset dan Peradaban Islam yang baru, UIN Bandung dapat menjadi episentrum pelestarian peradaban sekaligus pencetak generasi unggul yang melek teknologi namun tetap berbasis moral yang kuat.