TryMediaDigital.com

Wamen Nezar Patria: Digitalisasi Itu Mempermudah Warga, Bukan Nambah Aplikasi Pemerintah

Penulis : Redaksi | Editor : Redaksi
[post-views]

TryMediaNusantara.com, Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital di lingkungan instansi pemerintah tidak boleh diukur dari seberapa banyak aplikasi yang diciptakan. Menurutnya, esensi utama digitalisasi adalah memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Nezar saat membuka Program Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) 2026. Ia mengingatkan bahwa aparatur sipil negara (ASN) dan lembaga pemerintah harus mengubah pola pikir administratif menjadi solutif.

“Digitalisasi bukan berarti hanya menciptakan aplikasi-aplikasi untuk membantu kita secara administratif, tapi juga bagaimana mindset (pola pikir) kita dalam problem solving (pemecahan masalah), dalam melakukan solusi dan memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat,” ujar Nezar Patria dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Nezar menekankan agar teknologi tidak sekadar menjadi formalitas pelaporan, melainkan menyatu ke dalam metode kerja sehari-hari pemerintahan.

Berikut poin-poin penting yang ditegaskan Wamen Komdigi terkait transformasi digital:

  • Bukan Tolok Ukur Kuantitas: Banyaknya aplikasi baru di instansi pemerintahan bukan indikator kesuksesan transformasi digital.

  • Fokus Efisiensi Layanan: Indikator utama yang benar adalah seberapa cepat dan mudah layanan publik bisa diakses dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

  • Perubahan Pola Pikir: Digitalisasi menuntut aparatur pemerintah mengubah cara berpikir dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah publik.

  • Kapasitas Pemimpin Lebih Utama: Kecanggihan perangkat keras (hardware) tidak akan berdampak tanpa adanya kompetensi digital dari para pemimpinnya.

“Digitalisasi harus masuk ke dalam cara kita berpikir, cara kita mengambil keputusan, dan cara kita memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.Guna mewujudkan visi tersebut, Kemkomdigi kembali menyelenggarakan Program Digital Leadership Academy (DLA) 2026. Program ini dirancang khusus untuk membekali para pemimpin pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar memiliki kecakapan digital (digital skills) yang mumpuni serta pola pikir digital yang adaptif.400

Nezar menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi yang dibeli pemerintah, hal itu akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memimpin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *