TryMediaNusantara.com, Cyberjaya – Raksasa infrastruktur data global, Digital Realty, resmi menancapkan kukunya di Malaysia. Perusahaan tersebut baru saja meluncurkan operasi pusat data (data center) terbarunya di kawasan Cyberjaya, Malaysia. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak infrastruktur digital sekaligus menyokong kebutuhan kecerdasan buatan (AI) yang sedang meledak di kawasan Asia Tenggara.
Pusat data teranyar ini dirancang untuk memiliki kapasitas yang siap diperluas hingga mencapai 32 Megawatt (MW). Melalui proyek ini, Malaysia akan terintegrasi langsung ke dalam jaringan global milik Digital Realty.
Berikut adalah sejumlah fakta penting terkait peluncuran data center Digital Realty di Malaysia:
• Lokasi Strategis: Beroperasi di kawasan teknologi Cyberjaya, Malaysia.
• Kapasitas Besar: Siap dieksplorasi dan diperluas hingga kapasitas 32 MW.
• Teknologi AI & Hybrid: Memiliki kampus multi-situs yang saling terhubung lewat serat optik guna mendukung beban kerja AI dan data yang masif.
• Target Jangka Panjang: Ekspansi berkelanjutan direncanakan matang hingga tahun 2028 demi mendongkrak konektivitas regional.
Inisiatif Digital Realty ini digadang-gadang bakal memuluskan ambisi Malaysia untuk bertransformasi menjadi pusat (hub) digital dan AI terkemuka di Asia Tenggara. Infrastruktur yang dihadirkan diklaim sangat skalabel dan memiliki efisiensi energi yang tinggi, sehingga sangat ramah bagi operasional perusahaan skala besar (enterprise) maupun penyedia layanan cloud.
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa integrasi jaringan global ini memungkinan transfer data yang lebih cepat dan aman. Kehadiran kampus multi-situs yang terhubung serat optik ini juga menjadi jawaban atas tingginya permintaan pasar akan adopsi teknologi hybrid dan pemrosesan data berbasis AI.
Tak berhenti di peluncuran awal, Digital Realty sudah memasang target jangka panjang. Perusahaan berencana untuk terus melakukan ekspansi bertahap hingga tahun 2028.
Langkah ke depan ini sengaja disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan adopsi AI yang lebih masif di masa mendatang, sekaligus memastikan konektivitas digital di kawasan Asia Tenggara tetap berada di performa terbaiknya.




Tinggalkan Balasan