TryMediaNusantara.com, Bandung – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung terus bergerak memperluas ruang inklusivitas ekonomi. Kali ini, Disnaker merangkul kelompok penyandang disabilitas untuk melek teknologi dan menguasai ekosistem digital guna membuka peluang usaha yang lebih luas dan mandiri.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui program pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital khusus bagi kaum difabel. Pemkot Bandung menilai, penguasaan dunia digital adalah kunci penting untuk mendobrak keterbatasan fisik dan hambatan dalam mencari lapangan kerja konvensional.

“Kami ingin memberikan ruang dan kesempatan yang sama. Melalui keterampilan digital, teman-teman disabilitas bisa membangun usaha dari rumah, namun pasarnya bisa menjangkau seluruh Indonesia, bahkan dunia,” tulis keterangan resmi Disnaker Kota Bandung yang dikutip dari laman Jabarprov, Selasa (26/5/2026).

Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali berbagai materi praktis mulai dari manajemen bisnis digital, teknik foto produk, hingga strategi jualan online di berbagai platform e-commerce dan media sosial. Tak hanya teori, pendampingan intensif juga diberikan agar peserta bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat.

Disnaker Bandung menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan merupakan penghalang untuk menjadi produktif dan berdaya secara ekonomi. Banyak dari para penyandang disabilitas ini justru memiliki kreativitas tinggi dan menghasilkan produk-produk berkualitas yang tidak kalah dengan pelaku usaha lainnya.

Dengan adanya stimulus berupa pelatihan digital ini, pemerintah daerah berharap ekosistem UMKM di Kota Bandung menjadi lebih inklusif. Lewat kemandirian digital, kelompok disabilitas diharapkan tidak hanya mampu menghidupi diri sendiri, tetapi juga tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu membuka lapangan kerja bagi sesama.