TryMediaNusantara.com, Bandung – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung bergerak cepat meningkatkan kecakapan digital di tingkat akar rumput. Kali ini, para aparatur kewilayahan, pelaku UMKM, hingga pemuda Karang Taruna digembleng agar mahir melakukan digital branding dan memproduksi konten kreatif di media sosial.
Langkah taktis ini diwujudkan melalui agenda Smart Branding & Content Class yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Acara tersebut diikuti oleh jajaran staf IT kewilayahan se-Kecamatan Batununggal guna mengoptimalkan potensi wilayah lewat dunia digital.
Dukungan penuh datang dari Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Batununggal, Evi Triana. Ia menegaskan pentingnya penguatan digital branding agar potensi lokal tidak tenggelam di era digital.
“Kami berharap, dengan penyuluhan ini peserta mampu membangun branding digital yang kuat, mengelola media sosial secara kreatif, serta menghadirkan konten yang informatif untuk mendukung promosi wilayah dan pemberdayaan UMKM,” ujar Evi.
Dalam pelatihan intensif ini, para peserta dibekali materi teoretis hingga praktis. Pengelola Media Sosial Humas Bandung, Raihan Putri Adyanti, membeberkan jurus jitu membangun citra digital yang kuat serta personal branding.
Menurut Raihan, salah satu kesalahan umum dalam mengelola akun media sosial adalah inkonsistensi. Ia menekankan bahwa konsistensi identitas visual dan pesan merupakan kunci utama agar akun media sosial kewilayahan atau UMKM bisa lebih aktif, informatif, dan mendongkrak interaksi (engagement) dengan audiens.
Tak hanya soal strategi branding, peserta juga diajarkan teknis eksekusi di lapangan. Videografer & Editor Humas Bandung, Guruh Gumilar, membagikan rahasia dapur pembuatan konten visual yang memikat mata warganet.
Guruh membongkar berbagai teknik penting, mulai dari cara menggali ide kreatif yang segar, teknik pengambilan gambar (shooting) yang estetis, penguatan elemen visual, hingga strategi distribusi konten. Harapannya, konten yang dihasilkan tidak sekadar lewat, namun mampu menjangkau algoritma media sosial yang lebih luas.
Melalui program ini, Pemkot Bandung berharap seluruh elemen kewilayahan mampu menjadi garda terdepan dalam mempromosikan potensi lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif dari tingkat kelurahan dan kecamatan.




Tinggalkan Balasan