TryMediaNusantara.com, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti tajam fenomena darurat judi online yang kini mulai merambah generasi muda. Menanggapi data mencengangkan tentang 200 ribu anak yang terpapar judi online, Puan mendesak pemerintah segera menggencarkan gerakan literasi digital secara nasional. Langkah preventif ini dinilai sangat mendesak demi menyelamatkan masa depan anak-anak dari jeratan siklus finansial yang merusak.
Puan mengungkapkan rasa prihatinnya karena platform judi online saat ini dikemas dengan tampilan yang menyerupai gim daring biasa, sehingga mengecoh anak-anak. Menurutnya, tanpa bekal pemahaman digital yang mumpuni, anak-anak dengan mudah terjebak dan tergiur oleh iming-iming kemenangan instan. Oleh sebab itu, pendekatan hukum dinilai harus berjalan beriringan dengan pendekatan edukasi yang komprehensif.
DPR RI mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital beserta jajaran terkait untuk tidak sekadar melakukan pemblokiran konten, melainkan aktif jemput bola melakukan sosialisasi. Puan menilai bahwa gerakan literasi digital harus menyasar lembaga pendidikan formil dan komunitas pemuda di tingkat RT/RW. Hal ini penting agar para remaja memiliki daya saring yang kuat terhadap konten-konten negatif di internet.
Selain peran pemerintah, cucu proklamator Bung Karno ini juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif dari orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak di rumah. Pembatasan waktu penggunaan gawai (screen time) dan pemeriksaan berkala terhadap aplikasi yang diunduh anak menjadi benteng pertahanan pertama. Sinergi antara sekolah dan keluarga dipandang sebagai strategi paling efektif saat ini.
Melalui dorongan ini, DPR berharap angka paparan judi online pada anak dapat ditekan secara signifikan dalam waktu dekat. Puan menegaskan, perlindungan terhadap anak dari bahaya siber merupakan investasi jangka panjang negara. Parlemen berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pembatasan ruang gerak sindikat judi online dan memastikan ruang digital Indonesia tetap aman serta ramah anak.




Tinggalkan Balasan