Gorontalo – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Gorontalo resmi menggelar Forum E-Government tahun ini. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat transformasi digital dan mempercepat integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di seluruh wilayah Gorontalo. Forum ini dihadiri oleh jajaran kominfo kabupaten/kota serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyelaraskan peta jalan digitalisasi daerah.
Dalam sambutannya, pihak Diskominfotik Gorontalo menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa e-government bukan sekadar tren modernisasi di atas kertas. Transformasi digital yang sesungguhnya harus mampu menyentuh aspek mendasar dalam pelayanan publik, seperti kecepatan akses, transparansi anggaran, hingga kemudahan masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan administrasi tanpa perlu melalui proses yang berbelit-belit.
Salah satu fokus utama yang dibedah dalam forum ini adalah evaluasi terhadap penerapan arsitektur SPBE nasional yang harus diturunkan ke tingkat daerah. Diskominfotik mengingatkan agar setiap instansi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam membangun aplikasi atau sistem baru. Ego sektoral ini dinilai sering menjadi pemicu utama pemborosan anggaran negara dan justru membingungkan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Sebagai gantinya, forum ini mendorong penguatan sistem satu data dan interoperabilitas antarlayanan pemerintah. Dengan adanya integrasi data yang solid, pengambilan keputusan oleh kepala daerah dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat berbasis data riil (data-driven policy). Selain itu, keamanan siber juga menjadi poin krusial yang ikut dibahas demi melindungi aset data penting milik daerah dari ancaman kebocoran.
Melalui Forum E-Government ini, Pemprov Gorontalo berharap ada lompatan besar dalam indeks capaian SPBE di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Diskominfotik berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan teknis secara berkala agar seluruh aparatur sipil negara di Gorontalo siap bermigrasi ke budaya kerja baru yang serba digital, transparan, dan akuntabel.




Tinggalkan Balasan