TryMediaNusantara.com, Jakarta – Harga emas global terus menunjukkan taji dengan bertahan secara konsisten di atas level psikologis US$ 4.700 per troy ons. Kekuatan harga sang logam mulia ini dipicu oleh tren berkelanjutan bank-bank sentral di seluruh dunia yang terus menambah cadangan emas mereka. Langkah akumulasi besar-besaran ini menjadi penopang utama di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian.
Aksi borong oleh otoritas moneter berbagai negara ini mencerminkan strategi diversifikasi cadangan devisa untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu. Emas dinilai sebagai aset safe haven yang paling kredibel saat tensi geopolitik dan risiko inflasi tetap tinggi. Kondisi ini membuat permintaan fisik emas tetap kuat, sehingga fluktuasi harga cenderung tertahan di zona hijau.
Selain faktor bank sentral, sentimen dari kebijakan suku bunga global juga turut memengaruhi pergerakan harga. Para pelaku pasar memantau ketat arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia yang mulai lebih berhati-hati. Hal ini membuat emas semakin menarik di mata investor karena memiliki imbal hasil yang lebih stabil dibandingkan aset berisiko lainnya di tengah volatilitas pasar keuangan.
Analis pasar modal menyoroti bahwa tren ini belum akan mereda dalam waktu dekat. “Bank sentral dunia terus borong, harga emas global bertahan di atas US$ 4.700 per troy ons. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran besar dalam pengelolaan aset global, di mana emas kembali menjadi jangkar stabilitas. Selama permintaan institusional tetap masif, level harga saat ini memiliki fondasi yang cukup kuat untuk bertahan dari aksi ambil untung,” ungkap pengamat dalam laporan pasar Bareksa tersebut.
Ke depan, para pakar memprediksi harga emas masih berpotensi menguji level baru jika kondisi ekonomi global tidak segera stabil. Bagi investor ritel, momentum ini menjadi pengingat pentingnya memiliki aset lindung nilai dalam portofolio investasi. Sinergi antara permintaan bank sentral dan minat investasi publik diprediksi akan terus menjaga pamor emas sebagai aset primadona di tahun 2026.




Tinggalkan Balasan