TryMediaNusantara.com, Malang – Universitas Negeri Malang (UM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di lingkungan kampus. Melalui program pendampingan intensif, UM mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di sekitar kampus untuk segera beralih menggunakan sistem pembayaran digital. Langkah ini diambil guna memodernisasi cara bertransaksi sekaligus mempermudah akses layanan bagi mahasiswa yang kini mayoritas lebih memilih metode cashless.
Program ini bukan sekadar imbauan, melainkan bentuk edukasi nyata mengenai efisiensi dan keamanan transaksi digital. Dengan penggunaan kode QRIS atau dompet digital lainnya, para pedagang diharapkan tidak lagi mengalami kendala klasik seperti kesulitan mencari uang kembalian atau risiko menerima uang palsu. Transformasi ini menjadi bagian dari visi UM untuk menciptakan lingkungan kampus yang cerdas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial global.
Pihak kampus menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci bagi UMKM untuk tetap kompetitif dan “naik kelas”. Salah satu perwakilan tim pendamping menjelaskan pentingnya perubahan pola pikir bagi para pedagang tradisional. “Kami ingin UMKM di sekitar UM tidak tertinggal. Digitalisasi transaksi ini adalah langkah awal agar mereka bisa mencatat keuangan lebih rapi dan melayani pelanggan dengan lebih cepat,” ungkapnya dalam sesi sosialisasi.
Respon positif pun datang dari para pelaku usaha yang mulai merasakan manfaat langsung dari perubahan ini. Salah satu pemilik tenan kuliner menyatakan bahwa sejak menyediakan opsi pembayaran digital, operasional usahanya menjadi lebih ringkas dan tercatat dengan baik. “Saya sangat terbantu dengan adanya pembayaran digital ini. Sekarang tidak perlu pusing cari receh buat kembalian, semua langsung masuk ke saldo dan tercatat otomatis,” ujarnya saat ditemui di sela-sela aktivitas berdagang.
Kedepannya, UM Malang berencana memperluas jangkauan digitalisasi ini tidak hanya pada aspek pembayaran, tetapi juga pada manajemen stok dan pemasaran digital. Sinergi antara dunia akademisi dan pelaku usaha lokal ini diharapkan mampu menciptakan model ekonomi mikro yang tangguh di Kota Malang. Dengan integrasi teknologi yang semakin kuat, kawasan kampus UM diproyeksikan menjadi percontohan distrik ekonomi digital yang inklusif bagi semua kalangan.




Tinggalkan Balasan