TryMediaNusantara.com, Jakarta – Staf Khusus (Stafsus) Presiden Republik Indonesia terus mendorong penguatan kolaborasi digital guna memberdayakan 64 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin dinamis. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi pelaku usaha untuk tetap kompetitif.

Dalam keterangannya, Stafsus Presiden menyebutkan bahwa potensi UMKM sangat besar namun perlu dukungan ekosistem yang terintegrasi. Dengan jumlah mencapai 64 juta unit, UMKM merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, platform digital, dan pelaku usaha harus dipererat agar proses migrasi ke ruang digital berjalan mulus dan berkelanjutan.

“Kita perlu mendorong kolaborasi digital yang lebih inklusif untuk memberdayakan 64 juta UMKM kita. Transformasi ini tidak bisa dilakukan sendirian, butuh keterlibatan semua pihak agar UMKM bisa benar-benar ‘naik kelas’ dan masuk ke rantai pasok global,” ujar Stafsus Presiden dalam agenda penguatan ekonomi digital tersebut.

Pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi akses teknologi, pembiayaan, hingga pelatihan literasi digital bagi para pelaku UMKM. Fokus utama saat ini adalah memastikan infrastruktur digital dapat menjangkau pelaku usaha di pelosok daerah, termasuk di wilayah Gorontalo dan sekitarnya. Hal ini bertujuan agar pemerataan ekonomi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Menutup arahannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi UMKM akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional. “Melalui kolaborasi digital ini, kita ingin memastikan 64 juta UMKM Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Jika UMKM kita berdaya di ekosistem digital, maka ekonomi Indonesia secara keseluruhan akan semakin tangguh dan mandiri,” pungkasnya.