TryMediaNusantara.com, Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan ambisinya agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk digital asing, tetapi juga mampu berdiri sebagai produsen sekaligus eksportir budaya digital dunia. Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, Fadli menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia merupakan modal intelektual yang tak terbatas jika dikemas melalui teknologi modern.

“Kita tidak boleh hanya menjadi konsumen produk budaya dari luar. Harapan kita ke depan, Indonesia harus menjadi produsen dan eksportir budaya digital,” ujar Fadli Zon di hadapan para praktisi kreatif. Menurutnya, digitalisasi adalah jembatan paling efektif untuk memperkenalkan identitas bangsa kepada generasi muda global melalui gim, film, hingga musik yang berbasis nilai-nilai lokal.

Ia menyoroti bahwa banyak konten kreatif asal Indonesia yang sebenarnya sudah memiliki standar kualitas internasional namun masih memerlukan dukungan tata kelola yang lebih solid. “Budaya digital ini mencakup banyak aspek, mulai dari konten kreatif hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pelestarian budaya. Kita punya bahan bakunya, sekarang tinggal bagaimana kita memasarkannya secara global,” tambahnya dengan optimis.

Selain soal ekspor, Fadli juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual (HAKI) bagi para kreator lokal agar mereka bisa terus berinovasi secara berkelanjutan. Ia berkomitmen bahwa kementeriannya akan memfasilitasi regulasi yang memudahkan para pemain industri kreatif untuk berkembang. “Tanpa perlindungan intelektual yang kuat, kreativitas kita akan mudah diklaim atau hanya dinikmati hasilnya oleh platform asing,” tegas sang Menteri.

Sebagai penutup, Fadli Zon mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku industri digital untuk berkolaborasi membangun ekosistem yang sehat di tanah air. Ia yakin bahwa dengan sinergi antara teknologi dan tradisi, Indonesia bisa menjadi pusat kekuatan budaya baru di era digital. “Mari kita jadikan budaya kita sebagai ‘soft power’ yang disegani dunia lewat jalur digital,” pungkasnya di akhir sesi wawancara.