TryMediaNusantara.com, Kediri – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri secara resmi menghadiri peluncuran (launching) sistem Ronda Digital di Kota Kediri. Inovasi ini dirancang untuk memodernisasi sistem keamanan lingkungan (Siskamling) konvensional menjadi lebih responsif dan terintegrasi dengan teknologi informasi. Program ini menjadi langkah strategis Polri dalam merangkul masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah melalui platform digital yang dapat diakses dengan mudah oleh warga.

Dalam sambutannya, Kabaharkam Polri menekankan bahwa Ronda Digital bukan sekadar tren teknologi, melainkan kebutuhan mendesak dalam menghadapi dinamika kriminalitas yang semakin kompleks. Sistem ini memungkinkan warga untuk saling berbagi informasi keamanan secara cepat dan melakukan pelaporan darurat (panic button) yang langsung terhubung ke pos polisi terdekat. Dengan adanya integrasi ini, waktu respons petugas di lapangan diharapkan menjadi jauh lebih singkat dalam menangani potensi gangguan kamtibmas.

Penerapan Ronda Digital di Kediri juga mencakup pemasangan jaringan CCTV di berbagai titik strategis pemukiman yang dapat dipantau bersama oleh pengurus lingkungan dan aparat keamanan. Kabaharkam Polri menilai inovasi ini sebagai bentuk nyata dari konsep pemolisian masyarakat yang mengedepankan tindakan preventif dan preemtif. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu menekan angka kejahatan jalanan hingga aksi pencurian di lingkungan perumahan warga secara signifikan.

Selain aspek keamanan fisik, Ronda Digital juga berfungsi sebagai pusat informasi literasi bagi warga agar terhindar dari isu hoaks yang dapat memicu konflik sosial di tingkat lokal. Penggunaan platform ini menuntut partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar ekosistem keamanan digital dapat berjalan berkelanjutan. Kabaharkam berharap kesuksesan Ronda Digital di Kota Kediri ini dapat menjadi percontohan (pilot project) bagi kota-kota lain di Indonesia dalam membangun sistem keamanan mandiri yang modern.

Peluncuran ini ditutup dengan simulasi penanganan keadaan darurat menggunakan aplikasi Ronda Digital yang dipantau langsung oleh pejabat Polri dan pemerintah daerah setempat. Melalui sinergi antara teknologi dan kepedulian masyarakat, Kota Kediri optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warganya. Langkah ini menegaskan posisi Polri yang terus bertransformasi menjadi institusi yang lebih presisi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital demi perlindungan masyarakat.