TryMediaNusantara.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) secara resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif mulai Senin, 20 April 2026. Berbeda dengan penyesuaian rutin biasanya, kali ini terjadi lonjakan harga yang sangat signifikan pada kategori bahan bakar diesel.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi Pertamina, harga Dexlite kini dibanderol Rp 23.600 per liter dari harga sebelumnya yang berada di kisaran belasan ribu rupiah. Sementara itu, Pertamina Dex kini menyentuh angka Rp 23.900 per liter (wilayah DKI Jakarta). Lonjakan harga pada varian Dexlite dan Pertamina Dex dipicu oleh ketegangan geopolitik yang memuncak di Timur Tengah, khususnya penutupan jalur distribusi vital di Selat Hormuz. Hal ini menyebabkan harga minyak mentah jenis Brent melampaui level psikologis baru, yang berdampak langsung pada formula harga dasar BBM umum.

“Penyesuaian harga ini mengacu pada regulasi Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Kami harus melakukan penyesuaian agar keberlanjutan pasokan tetap terjaga di tengah tingginya harga pasar global,” ungkap perwakilan manajemen Pertamina dalam keterangan tertulisnya.

Meskipun varian diesel dan Turbo mengalami “tsunami” harga, kabar baiknya adalah harga Pertamax (RON 92) tetap stabil di angka Rp 12.300 per liter. Begitu pula dengan BBM penugasan seperti Pertalite (RON 90) yang masih dipatok Rp 10.000 per liter berkat intervensi subsidi pemerintah.

Berikut rincian harga BBM Pertamina di wilayah DKI Jakarta per 20 April 2026:

  • Pertalite: Rp 10.000

  • Pertamax: Rp 12.300

  • Pertamax Turbo: Rp 19.400 (Naik)

  • Dexlite: Rp 23.600 (Naik Tajam)

  • Pertamina Dex: Rp 23.900 (Naik Tajam)

Dengan kenaikan harga yang cukup drastis pada segmen diesel, para pelaku usaha logistik dan pengguna kendaraan pribadi kelas menengah ke atas diimbau untuk menghitung ulang biaya operasional mereka. Pertamina juga memastikan bahwa stok nasional dalam kondisi aman meskipun terjadi fluktuasi harga yang luar biasa.

Konsumen dapat terus memantau pembaruan harga melalui aplikasi MyPertamina, mengingat harga di luar pulau Jawa dan Bali mungkin sedikit lebih tinggi akibat komponen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang bervariasi di tiap provinsi.