TryMediaNusantara.com, Bulukumba – Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi seluruh jajaran dosen dan stafnya. Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai mesin penggerak transformasi digital di lingkungan kampus.

Penerapan WFH ini dijadwalkan berlangsung satu kali dalam seminggu. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi UM Bulukumba dalam mengadopsi sistem kerja modern yang lebih fleksibel namun tetap terukur.

Rektor UM Bulukumba mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari visi besar kampus untuk melek teknologi secara total. WFH dinilai menjadi momentum yang tepat bagi seluruh pegawai untuk membiasakan diri dengan berbagai platform digital, mulai dari persuratan online hingga koordinasi berbasis aplikasi.

“Ini adalah upaya kita untuk mendorong transformasi digital. Kita ingin memastikan bahwa seluruh civitas akademika mampu beradaptasi dengan teknologi informasi dalam menjalankan tugas-tugas administratif maupun akademik,” ungkap pihak rektorat.

Meski bekerja dari luar kantor, UM Bulukumba menjamin pelayanan kepada mahasiswa tidak akan terganggu. Ada beberapa poin penting dalam pengawasan sistem ini:

  • Sistem Absensi Digital: Pegawai tetap wajib melakukan presensi melalui sistem yang telah disediakan.

  • Pelaporan Real-Time: Setiap tugas yang dikerjakan selama WFH harus dilaporkan secara transparan melalui sistem koordinasi digital.

  • Kesiapan Koordinasi: Dosen dan staf diwajibkan tetap standby dan responsif terhadap komunikasi koordinasi kerja.

Selain percepatan teknologi, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional kampus dan kesejahteraan psikologis pegawai. Dengan mengurangi mobilitas satu hari dalam seminggu, diharapkan para pegawai memiliki waktu lebih untuk mengembangkan literasi digitalnya secara mandiri.

Langkah UM Bulukumba ini pun diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya di Sulawesi Selatan untuk berani keluar dari zona nyaman menuju era digitalisasi pendidikan yang lebih inklusif.