TryMediaNusantara.com, Surabaya – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya tengah gencar menyuarakan gerakan “Jam Tanpa Gawai” yang berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Gerakan ini dipandang sebagai strategi jitu untuk memulihkan kembali kedekatan antaranggota keluarga yang mulai terkikis oleh ketergantungan pada layar digital.

Ketua TP PKK Surabaya menegaskan bahwa dua jam tanpa gangguan ponsel bukan sekadar membatasi penggunaan teknologi, melainkan upaya menciptakan ruang berkualitas bagi orang tua dan anak.

Selama ini, fenomena “mendekatkan yang jauh tapi menjauhkan yang dekat” sering terjadi akibat penggunaan gawai yang berlebihan di rumah. Dengan adanya jeda waktu dua jam ini, diharapkan keluarga bisa fokus melakukan aktivitas bersama.

“Pukul 18.00 sampai 20.00 adalah waktu emas bagi keluarga. Kita ingin di jam tersebut, orang tua hadir sepenuhnya untuk anak, baik itu mendampingi belajar, mengaji, atau sekadar bertukar cerita,” tulis pernyataan resmi TP PKK Surabaya.

Selain keharmonisan, gerakan ini juga bertujuan untuk meminimalisir dampak buruk penggunaan gawai pada anak sejak dini, seperti:

  • Gangguan Konsentrasi: Membantu anak lebih fokus pada pelajaran sekolah.

  • Kesehatan Mental: Mengurangi paparan konten negatif dan radiasi layar sebelum tidur.

  • Kecakapan Sosial: Melatih anak untuk berkomunikasi secara verbal dengan baik.

Dukungan penuh dari Pemkot Surabaya terhadap inisiatif PKK ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan predikat Surabaya sebagai Kota Layak Anak (KLA). Melalui kader-kader PKK di tingkat RT/RW, kampanye ini akan terus disosialisasikan agar menjadi budaya baru di tengah masyarakat perkotaan yang dinamis.

Masyarakat pun diimbau untuk mulai mencoba langkah kecil ini: matikan data seluler, simpan ponsel, dan mulailah berbicara dengan orang di sebelah Anda.